GELUMPAI.ID — Dunia perfilman Hollywood lagi kayak orang yang kehilangan arah. Bukan karena nggak punya bakat atau teknologi canggih, tapi karena mereka lupa satu hal penting: kepercayaan diri.
Industri film sekarang lebih banyak mengeluh ketimbang bergerak. Pandemi sempat bikin penonton ogah ke bioskop. Lalu, streaming muncul sebagai zona nyaman yang sulit ditinggalkan.
Bukan cuma itu. Pengalaman nonton di bioskop makin banyak keluhannya: iklan panjang, makanan mahal, sampai penonton yang sibuk main ponsel.
Belum lagi generasi muda yang makin betah nonton TikTok daripada film dua jam. Jadi, siapa yang disalahin? Semua, kecuali sistem itu sendiri.
Padahal, Hollywood masih punya hits. Masih ada blockbuster yang sukses di pasaran. Tapi, kenapa rasanya makin susah buat bikin film yang benar-benar connect dengan penonton?
Jawabannya simpel: industri ini butuh terapi. Bukan dalam arti harfiah, tapi butuh duduk, refleksi, dan sadar diri. Bahwa mereka pernah berjaya dengan formula sederhana: 100 film per tahun yang beneran nyambung dengan penonton.
Bukan ribuan film yang dibuang ke platform streaming tanpa promosi. Tapi 100 film kuat yang punya cerita, karakter, dan daya tarik buat semua segmen.
Tahun 80-an dan 90-an adalah buktinya. Saat itu, industri nggak rakus. Mereka tahu kapan harus bikin film besar, dan kapan harus kasih ruang buat drama romantis atau komedi dewasa.
Sekarang? Semua berlomba bikin film raksasa. Kalau nggak bisa raup ratusan juta dolar, dianggap gagal.
Padahal, kayak yang dibilang Chris Johnson dari Classic Cinemas: “Tentpoles penting, tapi kuantitas lebih penting. Saya lebih pilih enam film yang performa biasa-biasa aja daripada satu yang gede tapi nyedot semuanya.” Titik.
Yang dibutuhkan Hollywood sekarang adalah keberanian buat bilang, “Cukup.” Cukup dengan mindset blockbuster terus. Cukup dengan menaruh semua harapan di satu film saja.
Lihat film seperti “Anyone But You,” “It Ends With Us,” sampai “Challengers.” Bukan film gede, tapi nyambung banget ke audiens. Dan ya, itu yang dibutuhin: koneksi.

