8. Tukin Dosen, Guru, dan ASN Mandek

Tunjangan kinerja (Tukin) dosen, guru, dan ASN tidak dibayarkan sejak 2020. Ratusan dosen pun turun ke jalan, menuntut hak mereka. “Kami hanya ingin yang seharusnya kami terima,” ujar salah satu demonstran di kawasan Patung Kuda, Jakarta.
9. Pemangkasan Anggaran Sektor Vital
Pemerintah memangkas anggaran di berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Bahkan, gaji dosen PNS yang belum menikah dipotong hingga 50%! Warga semakin skeptis dengan prioritas anggaran pemerintah.
10. Kelangkaan LPG, Ibu-Ibu Antre Berjam-jam

Gas LPG 3 kg langka! Warga di Jakarta dan Bogor harus antre panjang demi mendapat tabung gas bersubsidi. Tragisnya, seorang ibu di Pamulang meninggal dunia karena kelelahan saat antre. Pemerintah menyebut, ini akibat pengurangan kuota LPG bersubsidi di 2025.
11. BBM di SPBU Swasta Kosong

Dilansir dari CNBC Indonesia, SPBU Shell dan BP-AKR tiba-tiba kehabisan stok BBM, membuat antrean kendaraan mengular panjang. Warga pun mengeluh kesulitan mendapatkan BBM untuk aktivitas harian mereka.
12. Penggusuran Rumah Rakyat

Rumah warga di berbagai daerah digusur demi kepentingan korporasi. Bahkan, pemilik rumah dengan sertifikat sah pun tetap dipaksa angkat kaki. Seperti kasus di Cluster Setia Mekar Residence 2, Bekasi, yang berujung pada trauma bagi warganya.
Tagar #PeringatanDarurat pada Selasa (4/2/2025) trending di X (Twitter), mencerminkan keresahan publik atas berbagai kasus di 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sumber: Beautynesia

