GELUMPAI.ID — Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini membongkar fakta pahit. Dua juta warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sedang mengalami hukuman kolektif di Gaza.
“Kelaparan yang terjadi sengaja dibuat oleh manusia,” tegas Lazzarini dalam konferensi pers, Selasa (23/4). Ia menuding Israel menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai “senjata perang dan alat tawar-menawar”.
Dilansir dari Middle East Monitor, Lazzarini mendesak pencabutan blokade Gaza segera. “Pasokan harus mengalir, sandera harus dibebaskan, gencatan senjata harus kembali berlaku,” tegasnya.
Israel kembali melancarkan serangan mematikan sejak 18 Maret lalu. Aksi ini memutus gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari. Padahal selama masa gencatan, Israel kerap melanggar kesepakatan.
Mengutip laman Middle East Monitor, kondisi di Gaza kini semakin mengenaskan. Lazzarini mempertanyakan kapan aksi nyata akan diambil untuk mengakhiri penderitaan warga sipil.
“Berapa lama lagi kata-kata kecaman kosong akan diubah menjadi tindakan?” tanyanya. Ia menegaskan situasi di Gaza telah mencapai titik kritis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, blokade Israel telah memutus akses makanan, air bersih, dan obat-obatan. Warga Gaza terpaksa makan daun dan rerumputan untuk bertahan hidup.
Seperti yang dilaporkan oleh Middle East Monitor, Lazzarini menyerukan tindakan segera komunitas internasional. Tanpa intervensi nyata, krisis kemanusiaan di Gaza diprediksi akan semakin buruk.

