4.5 C
London
Sabtu, November 27, 2021

Rocky Gerung dan Sejumlah Aktivis Deklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA – Rocky Gerung dan sejumlah aktivis berkumpul di Jalan Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, guna memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 pada Kamis (28/10/2021). Mereka mendeklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia.

Pantauan MNC Portal di lokasi, selain Rocky Gerung, tokoh dan aktivis yang berkumpul antara lain pakar hukum tata negara Refly Harun, ekonom senior Faisal Basri, dan pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan.

Hadir pula Ferry Juliantono, eks anggota DPR RI Akbar Faizal, Juru Bicara Kepresidenan Era Gus Dur Adhie Massardi, artis yang juga politisi Raslinna Rasidin, pengamat kebijakan publik Said Didu, Aktivis 98 Andrianto, beserta puluhan tokoh dan aktivis lainnya.

“Nama Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia sebenarnya bukan organisasi yang sudah kita bentuk berbulan-bulan, berhari-hari, tapi ini penamaan untuk memudahkan kita mengundang teman-teman semua. Salah satu yang ikut menggagas namanya adalah Bung Rocky Gerung,” ucap Ferry yang juga penggagas.

Ferry berharap Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia bisa menjadi alternatif kekuatan untuk mengimbangi kekuasaan. “Dengan berkumpul di sini harapannya saya sebagai tuan rumah kita bangun kekuatan untuk mengimbangi kekuatan yang sekarang ada di dalam pemerintahan,” jelasnya.

Refly Harun yang juga hadir di acara mengatakan dirinya mendukung Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia. Ia melihat, setelah merdeka, Indonesia seperti ada yang hilang. Karena itulah forum ini akan mengembalikan Indonesia sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Di forum ini, Refly juga mendorong agar presidential threshold (PT) menjadi nol persen. Hal itu penting agar masyarakat bisa mendapatkan banyak pilihan dan terhindar dari cengkeraman oligarki.

“Saya tetap berkomitmen mendorong agar presidential threshold nol. Berkali-kali dalam kesempatan saya katakan kalau PT tidak nol maka bahayanya oligarki akan memelihara satu, dua politisi untuk dimajukan pemilihan presiden pura-pura,” pungkas dia.

(SDQ/sindonews.com)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here