GELUMPAI.ID — Rumah distribusi berbasis di New York, Dekanalog, resmi mengakuisisi tiga film unik untuk penayangan bioskop tahun 2025.
Ketiga film tersebut adalah “Hema Hema: Sing Me a Song While I Wait” karya Khyentse Norbu, “Redlands” garapan John Brian King, dan “Wetiko” besutan Kerry Mondragon.
Ketiganya dijadwalkan tayang terbatas di bioskop sebelum dirilis ke layanan video-on-demand dan media fisik.
Langkah ini disebut sejalan dengan misi Dekanalog dalam menghadirkan film-film independen dan internasional ke hadapan penonton Amerika Utara.
“Tujuan kami sejak awal di Dekanalog adalah meningkatkan visibilitas film-film independen dan internasional yang kurang mendapat sorotan. Bisa meluncurkan tiga film luar biasa ini di bioskop tahun ini adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi kami semua,” ujar Lysa Le, salah satu pendiri Dekanalog, dalam pernyataan resminya.
Hema Hema: Sing Me a Song While I Wait pertama kali tayang perdana di Locarno Film Festival 2016 dan juga hadir di Toronto International Film Festival.
Film ini bercerita tentang sebuah pertemuan misterius di hutan Bhutan yang hanya terjadi setiap dua belas tahun sekali, dengan para peserta mengenakan topeng.
Variety menyebut film ini memukau secara visual, dengan hutan Bhutan yang kadang diterangi sinar matahari, kadang menampilkan sisi gelap yang menyeramkan.
Sementara itu, Redlands adalah film tahun 2014 yang menyajikan kisah saling terkait dari tiga warga Redlands, California: seorang model, kekasihnya, dan seorang fotografer.
Film ketiga, Wetiko (2022), mengikuti perjalanan seorang pria Maya yang tengah mengantar katak halusinogen ke dalam hutan. Di sana, ia terjebak dalam konflik antara komunitas Maya dan kelompok Barat.
Selain ketiga film ini, Dekanalog juga dijadwalkan merilis film Blue Sun Palace sepanjang April dan Mei 2025.
Sumber: Variety

