GELUMPAI.ID – Pernah nggak sih, kamu ketemu seseorang yang auranya langsung bikin terpukau? Bukan cuma dari cara mereka berpakaian atau membawa diri, tapi dari cara mereka berbicara. Cewek yang percaya diri selalu punya cara bicara yang bikin mereka terdengar tegas, jelas, dan berwibawa.
Percaya diri bukan sekadar soal postur atau ekspresi wajah, tapi juga gimana kamu menyampaikan pendapat. Dan ternyata, ada tiga kalimat sederhana yang sering banget dipakai oleh perempuan yang punya self-confidence tinggi. Simak, deh! Siapa tahu kamu juga udah terbiasa pakai.
“Nggak, Aku Nggak Mau”
Banyak perempuan masih kesulitan buat bilang “tidak”. Selalu ada tekanan buat menyenangkan orang lain—mulai dari hal kecil kayak bantu teman sampai hal besar kayak kompromi soal impian sendiri. Masalahnya, kalau perempuan menolak sesuatu, mereka sering dicap “sulit” atau “terlalu ribet”, sementara laki-laki yang menolak justru dianggap tegas dan berprinsip.
Cewek percaya diri paham bahwa mengatakan “tidak” itu bukan berarti egois, tapi bentuk dari menghargai diri sendiri. Mereka nggak akan mengorbankan batasan atau nilai mereka hanya demi menyenangkan orang lain.
“Terima Kasih”
Pernah nggak sih, dikasih pujian terus malah merasa nggak nyaman? Banyak orang yang langsung merendah atau mengalihkan pembicaraan saat dipuji. Padahal, cewek yang percaya diri tahu gimana cara menerima pujian dengan tulus tanpa merasa nggak enakan.
“Makasih! Aku juga suka banget baju ini,” atau “Terima kasih! Aku senang kalau kerja keras aku dihargai,” adalah respons simpel tapi powerful. Ini bukan soal merasa paling hebat, tapi tentang memahami dan menghargai diri sendiri.
“Aku Menghargai Masukanmu!”
Nggak semua orang bisa terima kritik tanpa baper. Cewek percaya diri justru menganggap kritik sebagai bagian dari proses berkembang. Mereka nggak melihat pekerjaan mereka sebagai perpanjangan dari harga diri, jadi masukan dari orang lain bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Alih-alih tersinggung, mereka bakal bilang, “Aku menghargai masukanmu, makasih!” dan benar-benar mempertimbangkan feedback tersebut buat jadi lebih baik. Buat mereka, kritik itu kesempatan, bukan ancaman.

