GELUMPAI.ID – Harga pangan global kian melonjak! Tren kenaikan ini diperkirakan terus berlanjut hingga 2025. Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB menunjukkan, harga komoditas pangan dunia melonjak ke level tertinggi sejak April 2023, dengan kenaikan sebesar 2% pada Oktober. Indeks Harga Pangan FAO, yang memantau lima kategori utama yaitu biji-bijian, daging, susu, minyak sayur, dan gula, mencatat lonjakan signifikan.
Berikut 4 bahan makanan yang diprediksi harganya akan terus melambung di tahun ini:
1. Kopi dan Kakao
Pasar gula, kopi, dan kakao menghadapi ketidakpastian harga yang paling besar dibandingkan komoditas lainnya. Matthew Biggin, analis dari BMI, menyebut bahwa harga kopi dan kakao menghadapi risiko tinggi.
Kopi: Cuaca buruk di Brasil—produsen utama dunia—memicu kenaikan harga hingga 70%, dengan harga menyentuh US$ 3,18 per pon.
Kakao: Di Pantai Gading, hujan lebat dan penyakit tanaman menekan kualitas dan pasokan kakao. Harga kontrak berjangka kakao bahkan bertengger di atas US$ 9.425 per metrik ton, dengan prediksi bisa melonjak hingga US$ 10.000 dalam 3 bulan mendatang.
Efek domino dari kenaikan ini bakal dirasakan pada produk favorit kita, cokelat!
2. Buah-buahan dan Sayuran
Bradley Rickard dari Cornell University memprediksi kenaikan harga besar untuk buah dan sayuran. Faktor utamanya adalah kebijakan baru di bawah pemerintahan Donald Trump yang dapat memperburuk pasokan tenaga kerja agrikultur di AS.
Fakta: Meksiko, pemasok utama sayuran AS, menyumbang 69% impor sayuran AS pada 2022. Kebijakan tarif baru Trump mengancam stabilitas pasokan alpukat, tomat, hingga stroberi.
“Barang yang tidak diproduksi domestik akan terkena dampak terbesar,” ujar Rickard.
3. Minyak Kelapa Sawit & Minyak Nabati Lain
Cheang Kang Wei, pialang di StoneX, memperingatkan bahwa fenomena El Nino mengancam pasokan kelapa sawit di Indonesia. Produksi dalam negeri turun hampir 5%, sementara permintaan global meningkat. Selain itu, kebijakan biodiesel Indonesia memperketat ketersediaan minyak sawit.
Dampak: Harga minyak lobak dan minyak nabati lainnya turut terkerek akibat tantangan yang serupa.

