GELUMPAI.ID — Memilih alat kontrasepsi tidak bisa sembarangan, terutama bagi mereka yang memiliki hipertensi. Penggunaan alat kontrasepsi dengan kandungan estrogen bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, bahkan memicu serangan jantung atau stroke. Bagi penderita hipertensi, ada beberapa pilihan kontrasepsi yang aman digunakan.
- IUD
Intra Uterine Device (IUD), atau yang dikenal dengan spiral, adalah pilihan kontrasepsi jangka panjang yang aman untuk penderita hipertensi. Terdapat dua jenis IUD, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. IUD hormonal mengandung progestin, sedangkan IUD tembaga tidak mengandung hormon. “KB spiral ini efektif mencegah kehamilan hingga 99 persen dan tidak berdampak negatif pada hipertensi,” jelas Dr. Salim, seorang ahli kesehatan. - Implan
KB implan, yang dipasang pada kulit lengan, adalah pilihan kontrasepsi lain yang aman. Alat kecil ini bekerja dengan melepaskan hormon progestin yang mencegah ovulasi. “KB implan sangat efektif dan cocok untuk penderita tekanan darah tinggi,” kata Dr. Siti, seorang dokter spesialis kandungan. - Sterilisasi
KB steril, baik untuk pria maupun wanita, adalah pilihan permanen dan sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Karena tidak mengandung hormon estrogen, jenis kontrasepsi ini cocok untuk mereka yang berusia lebih dari 35 tahun atau memiliki hipertensi. Asosiasi Ahli Obstetri dan Ginekologi Amerika (ACOG) menyebutkan bahwa sterilisasi adalah prosedur kontrasepsi yang paling aman dan minim komplikasi. - Metode Penghalang
Metode penghalang seperti kondom, diafragma, atau cervical cap juga dapat digunakan. Meskipun kurang efektif dibandingkan jenis kontrasepsi lainnya, penghalang cukup populer karena mudah didapat dan tidak mempengaruhi tekanan darah. Namun, metode ini harus digunakan setiap kali berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. - Pil KB Mini
Pil KB mini mengandung progestin tanpa estrogen, yang membuatnya aman untuk penderita hipertensi. Pil ini tidak mempengaruhi produksi ASI, sehingga cocok untuk ibu menyusui. Menurut Mayo Clinic, pil mini juga direkomendasikan bagi mereka yang memiliki riwayat pembekuan darah atau gangguan jantung.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih alat kontrasepsi, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi. Pilihlah alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan kesehatan.
Sumber: IDN Times

