GELUMPAI.ID – Kejadian keracunan massal menimpa 50 siswa SD Negeri 3 Dukuh, Sukoharjo, Jawa Tengah, setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada Rabu (15/1). Awalnya, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami mual-mual sekitar 10 orang, namun data terbaru menunjukkan angka yang jauh lebih besar.
Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani, menjelaskan bahwa sekitar 50 siswa diberi obat setelah keluhan mual, pusing, dan muntah muncul. “Ada sekitar 50-an yang dikasih obat dari 200 siswa di SDN Dukuh 3,” ujarnya.
Menu makan bergizi gratis itu terdiri dari nasi, ayam goreng tepung, ca wortel, tahu, dan susu. Tak lama setelah menyantap makan siang, sejumlah siswa mulai merasa pusing dan mual. Dugaan sementara penyebabnya adalah ayam yang tidak matang sempurna.
“Ayam yang tidak matang, yang terkena itu cuma mual, muntah, dan pusing. Tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,” ujar Kunari. Ia menambahkan, seluruh siswa yang mengalami gejala sudah mendapatkan perawatan dan tak ada yang perlu dikhawatirkan lebih lanjut.
Sementara itu, dr. Anik, sapaan akrabnya, memastikan bahwa kondisi para siswa sudah terkendali. “Insyaallah besok tidak ada yang bertambah lagi,” kata Anik menanggapi peristiwa tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa ayam yang kurang matang mungkin tidak berbau, namun teksturnya bisa terasa berbeda.
Terkait hal ini, Kepala SDN Dukuh 3, Lilik Kurniasih, menambahkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Makanan yang disajikan sempat diduga mengandung bau tidak sedap, namun segera ditangani dengan cepat oleh pihak medis. “Tadi sekitar 10 siswa yang mual, langsung diberi obat dan tertangani,” jelas Lilik.
Sumber: CNN Indonesia

