GELUMPAI.ID – Jurusan psikologi menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang yang ingin memahami cara kerja pikiran manusia dan perilaku sosial. Namun, tidak semua orang cocok untuk mendalami bidang ini. Mengambil jurusan ini bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang kemampuan interpersonal, empati, dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perilaku manusia.
Menurut Dr. Paul Bloom, profesor psikologi di University of Toronto, seseorang yang ingin mendalami psikologi perlu memiliki ketertarikan mendalam terhadap manusia dan dinamika emosionalnya. Dalam diskusinya di The Atlantic, Dr. Bloom menyebutkan bahwa empati, kemampuan analitis, dan keterbukaan pikiran menjadi kualitas penting yang dibutuhkan mahasiswa psikologi.
Lantas, apa saja ciri orang yang cocok masuk jurusan psikologi? Berikut adalah ciri-cirinya:
1. Rasa Empati yang Tinggi

Empati menjadi fondasi penting dalam psikologi. Dr. Brené Brown, profesor di University of Houston, mengungkapkan dalam wawancaranya dengan TED bahwa empati membantu seseorang memahami perspektif orang lain tanpa menghakimi. Jika kamu sering menjadi tempat curhat teman, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki kemampuan dasar untuk mempelajari psikologi.
2. Kemampuan Observasi yang Kuat

Mahasiswa psikologi perlu memiliki kemampuan observasi yang baik. Dr. John Gottman, seorang psikolog terkenal, mengatakan bahwa seorang psikolog harus bisa membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga nada suara untuk memahami emosi seseorang. Jika kamu peka terhadap detail kecil dalam perilaku orang lain, kemampuan observasi ini akan mendukung studi psikologi.
3. Ketertarikan terhadap Ilmu Penelitian

Psikologi juga melibatkan banyak penelitian ilmiah. Dr. Susan Fiske, profesor di Princeton University, menjelaskan bahwa mahasiswa psikologi harus siap terjun ke dunia penelitian untuk memahami berbagai fenomena manusia lebih dalam. Jika kamu memiliki rasa ingin tahu yang besar, ini bisa menjadi tanda bahwa psikologi adalah jurusan yang tepat.
4. Kemampuan Berpikir Kritis

Psikologi membutuhkan analisis mendalam terhadap situasi dan perilaku manusia. Dr. Daniel Kahneman, penerima Nobel Ekonomi, menekankan pentingnya berpikir kritis untuk memahami bias kognitif dan pengambilan keputusan manusia. Jika kamu senang berpikir rasional dan menganalisis masalah, kemampuan ini akan sangat berguna dalam psikologi.

