GELUMPAI.ID — Sebanyak 70 persen wilayah Gaza berada di bawah zona militer Israel. Wilayah ini juga terdampak perintah pengusiran atau kombinasi keduanya.
PBB melaporkan hambatan besar dalam penyaluran bantuan akibat restriksi Israel. Infrastruktur komunikasi di Gaza pun rusak parah.
“Kabel serat optik telah rusak lebih dari enam minggu, sementara otoritas Israel terus menolak izin untuk memperbaikinya,” kata juru bicara PBB Farhan Haq.
Penolakan terbaru terjadi pada pagi ini. Kabel tersebut vital untuk konektivitas data bagi tim kemanusiaan.
Mengutip laman Middle East Monitor, tim PBB kesulitan mendapatkan akses bahan bakar secara konsisten. Bantuan yang masuk pun sangat terbatas.
Tim PBB berhasil mengambil sebagian pasokan bahan bakar di Rafah. Ini terjadi setelah otoritas Israel mengizinkan akses selama dua hari berturut-turut.
“Ini adalah hari kedua kami diizinkan mengambil bahan bakar dari Rafah setelah hampir tiga minggu penolakan,” ujar Haq!
Namun, pasokan ini hanya setetes dibandingkan kebutuhan besar di Gaza. PBB mendesak Israel memfasilitasi pergerakan kemanusiaan di wilayah tersebut.
“70 persen Gaza berada di zona militer Israel, di bawah perintah pengusiran, atau keduanya,” tegas Haq.
PBB juga menghadiri pertemuan dengan Amerika Serikat beberapa hari lalu. Diskusi ini membahas cara memastikan bantuan sampai ke warga Gaza sesuai prinsip kemanusiaan.

