Entertainment
Beranda » Entertainment » A Hundred Memories Gambarkan Cinta dan Timing yang Tak Pernah Tepat

A Hundred Memories Gambarkan Cinta dan Timing yang Tak Pernah Tepat

GELUMPAI.ID – Cinta ternyata hanyalah soal timing. Itulah yang coba digambarkan dalam drama JTBC A Hundred Memories, lewat kisah Kim Da-mi, Shin Ye-eun, dan Heo Nam-jun yang terus saja dipertemukan oleh takdir, namun selalu meleset di saat momen penting tiba.

Kisah ironi pertemuan, pengakuan cinta yang selalu salah waktu, hingga kenangan pahit-manis masa muda pun sukses dihidupkan kembali dalam cerita ini.

Dalam episode terbaru, Go Young-rae (Kim Da-mi) menganggap tiga kali pertemuannya dengan Han Jae-pil (Heo Nam-jun), mulai dari kejadian di gang, kebetulan di bioskop, hingga momen di kafe musik sebagai pertanda takdir.

Keyakinannya makin kuat ketika Jae-pil yang membantunya membawa sang ibu (Lee Jung-eun) ke rumah sakit saat hujan deras mengguyur.

Young-rae pun akhirnya nekat ingin mengungkapkan perasaannya, namun justru harus menerima kenyataan bahwa hati Jae-pil ternyata condong pada Seo Jong-hee (Shin Ye-eun).

Cinta pertama yang ia yakini sebagai takdir itu pun kandas begitu saja.

Young-rae akhirnya memilih mundur. Di sisinya selalu ada Jong-hee, yang rela menggantikannya bekerja, membantu mencatat pelajaran, bahkan mengurus pekerjaan rumah saat ia harus menjaga sang ibu.

Ketika Jong-hee sempat membuang kertas berisi nomor Jae-pil, Young-rae sempat merasa lega.

Namun rasa itu hanya sesaat, karena akhirnya Jong-hee dan Jae-pil semakin dekat setelah berbagi luka yang sama.

Untuk pertama kalinya, Jong-hee berterus terang kepada Young-rae, “Dia terlihat punya segalanya, tapi sebenarnya tampak kesepian,” ucapnya tentang Jae-pil.

Young-rae pun merelakan perasaannya demi sahabat yang ia harapkan bisa lebih bahagia darinya.

Sementara itu, Jong-hee yang mengetahui perasaan Jae-pil sebenarnya melalui secarik kertas, tetap memikirkan perasaan Young-rae terlebih dahulu.

Namun ia tak bisa menolak hatinya sendiri yang mulai terusik oleh sosok Jae-pil. Luka lama akibat kekerasan sang ayah membuat Jong-hee bisa memahami sisi rapuh Jae-pil.

“Jangan sok kuat. Kalau sakit, bilang saja sakit,” katanya tulus.

Laman: 1 2