Entertainment
Beranda » Entertainment » A Hundred Memories Gambarkan Cinta dan Timing yang Tak Pernah Tepat

A Hundred Memories Gambarkan Cinta dan Timing yang Tak Pernah Tepat

Dari situlah ia bertekad untuk jujur mengenai identitasnya sebagai kondektur bus, bukan murid sekolah siang seperti yang ia biarkan dipahami Jae-pil.

Namun, lagi-lagi waktu mempermainkan mereka. Jong-hee berencana mengaku pada Jae-pil di Music Café Vivaldi pada hari Minggu.

Sayangnya, sehari sebelumnya, Jae-pil sudah lebih dulu melihatnya mengenakan seragam kondektur bus.

Keduanya hanya bisa terdiam, sementara tatapan Young-rae yang melihat langsung kejadian itu menambah rumit keadaan.

Akhir cerita pun semakin menggantung, membuat penonton penasaran ke mana takdir tiga anak muda ini akan berlabuh.

Pihak produksi mengatakan, “Dalam episode akhir pekan lalu, hubungan yang dimulai dari persahabatan kini mulai goyah karena cinta, dan ironi timing semakin jelas terasa.

Nantikan pilihan yang akan dibuat oleh Young-rae, Jong-hee, dan Jae-pil di tengah momen-momen yang selalu meleset.”

Mereka menambahkan, “Terlebih lagi, sosok ‘orang yang menghilang’ yang sudah disinggung sejak sebelum tayang masih belum terungkap. Apakah itu Young-rae atau Jong-hee? Kami harap penonton bisa ikut menyaksikan kisah takdir yang pilu ini sampai akhir.”

Laman: 1 2