GELUMPAI.ID — Adaptasi video game ke layar kaca kini makin serius. Tahun ini, sederet proyek film dan serial dari judul-judul game besar siap mengguncang industri hiburan.
BAFTA Games Awards 2025 bakal tayang pada 8 April. Momen ini bertepatan dengan perilisan film “Minecraft,” jelang musim kedua “The Last of Us” di HBO, dan di tengah produksi besar-besaran “Fallout” musim kedua oleh Amazon.
Adaptasi video game bukan lagi proyek sampingan. Keberhasilan film “Super Mario Bros,” serial “Fallout,” dan “The Last of Us” telah membuktikan bahwa adaptasi yang dieksekusi dengan baik bisa menjadi mesin uang sekaligus memperkuat reputasi game aslinya.
Dulu, kegagalan sebuah adaptasi bisa dianggap terpisah dari gamenya. Tapi sekarang, satu adaptasi yang gagal bisa merusak citra IP utamanya.
Namun, risikonya sebanding dengan potensi keuntungan besar yang menanti.
“Asal dikerjakan dengan benar, adaptasi game bisa sangat populer dan punya skala yang luar biasa,” kata kepala PlayStation Productions, Asad Qizilbash, kepada Variety.
Ia menyebut lima hingga enam tahun terakhir sebagai masa perubahan besar, di mana film Hollywood mulai percaya pada kekuatan cerita dari video game.
“Mereka mulai melihat bahwa ide-ide kreatif luar biasa bisa datang dari game,” lanjutnya. “Beberapa cerita terbaik saat ini berasal dari game.”
Qizilbash juga melihat bahwa adaptasi yang sukses bisa menjangkau audiens baru.
“Satu hal penting adalah menyeimbangkan antara membangun IP game terlebih dahulu dan memperkenalkannya ke publik,” jelasnya. “Kalau sudah punya fanbase, risikonya jadi lebih kecil buat studio film.”
PlayStation kini mengembangkan lebih dari 10 proyek adaptasi. Termasuk “God of War” bersama Amazon dan film “Horizon Zero Dawn” yang awalnya dirancang sebagai serial Netflix.
Indikator awal untuk adaptasi, menurut Qizilbash, adalah fanbase yang sudah terbentuk dan penghargaan yang diraih game-nya.
Namun, tidak semua cerita cocok jadi serial.
Qizilbash mengungkap bahwa “Horizon” sempat digodok sebagai serial, tapi “tidak berjalan seperti yang diharapkan secara kreatif.” Akhirnya proyek itu dialihkan menjadi film.

