GELUMPAI.ID – Manchester United telah memutuskan untuk tidak menggelar parade kemenangan jika mereka berhasil menjuarai Liga Europa. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada ratusan staf klub yang kehilangan pekerjaan sepanjang musim ini.
Para pemain dan pihak klub sepakat bahwa perayaan kemenangan di luar malam pertandingan, jika mereka berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur di Bilbao pada Rabu mendatang akan terasa kurang pantas.
Keputusan ini didasari oleh performa buruk tim sepanjang musim dan jumlah staf yang telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sedang menghadapi ancaman serupa.
Sebuah sumber internal klub mengatakan, “Para pemain sangat ingin memenangkan Liga Europa karena mereka sangat mendambakan kesuksesan setelah musim yang mengerikan ini. Jika mereka menang, mereka akan merayakan di lapangan dan setelah pertandingan, tapi hanya itu. Para petinggi klub juga sangat menyadari ratusan kolega yang telah kehilangan pekerjaan musim ini dan tidak berpikir bahwa parade adalah hal yang tepat untuk dilakukan,” ungkapnya.
Sekitar 150 hingga 200 anggota staf Manchester United diperkirakan akan terkena PHK sebagai bagian dari proses pengurangan karyawan saat ini, setelah 250 orang lainnya diberhentikan pada musim panas lalu.
Kekalahan dari Tottenham akan merugikan United setidaknya 100 juta poundsterling dalam pendapatan akibat gagal lolos ke Liga Champions dan membuat mereka tanpa kompetisi Eropa musim depan.
Staf yang masih trauma dengan pemangkasan besar-besaran di bawah kepemilikan sebagian Ineos semakin khawatir akan kabar buruk lainnya jika Setan Merah kalah di Bilbao. Pemangkasan anggaran klub juga berdampak pada final Liga Europa, di mana manajemen hanya menyediakan dua tiket per pemain, dan biaya perjalanan tamu ke Spanyol tidak akan ditanggung oleh klub.
Menyikapi hal ini, manajer Manchester United, Ruben Amorim, mengambil inisiatif untuk membayar biaya perjalanan 30 stafnya agar dapat membawa keluarga mereka ke San Mames.
Para pelatih, fisioterapis, dan tim pendukung Amorim sebelumnya diberitahu bahwa klub tidak akan menanggung biaya kehadiran orang-orang terdekat mereka di pertandingan final. Namun, mantan bos Sporting Lisbon itu turun tangan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan upaya mereka selama ia berada di klub. Amorim ingin memastikan setiap stafnya dapat membawa hingga dua anggota keluarga atau teman untuk menyaksikan laga final.

