GELUMPAI.ID – Pemain muda Manchester United, Alejandro Garnacho, tak segan melontarkan kritik pedas terhadap performa timnya, bahkan menyebut musim ini “sampah”. Pernyataannya ini sekaligus menjadi isyarat kuat tentang potensi kepindahannya dari Old Trafford.
Spekulasi tentang ketidaknyamanan Garnacho di United semakin diperkuat setelah ia dicadangkan di final Liga Europa melawan Tottenham di Bilbao. Padahal, Garnacho telah menjadi starter di sepuluh pertandingan kampanye Eropa, meski hanya mencetak satu gol.
Kekalahan 0-1 di Spanyol, ditambah dengan posisi United yang terpuruk di peringkat ke-16 Liga Primer, menjadi penutup musim yang sangat buruk.
“Ini sulit bagi kami semua. Musim ini sampah,” kata Garnacho kepada pers Argentina, seperti dikutip Fabrizio Romano. “Kami kalah di final, kami tidak mengalahkan siapa pun di liga. Ini sangat sulit,” lanjutnya.
Garnacho juga menambahkan dengan nada misterius, “Saya bermain di setiap putaran hingga mencapai final, tetapi saya hanya bermain 20 menit hari ini. Saya akan menikmati musim panas dan setelah itu kita lihat,” tuturnya.
Komentar ini diperkuat oleh unggahan Roberto, saudara Garnacho, di Instagram yang sontak memicu perdebatan. Roberto menulis, “Bekerja tidak seperti yang lain, membantu setiap putaran, datang dari dua gol di dua final terakhir, hanya untuk berada di lapangan selama 19 menit dan dibuang begitu saja,” tulis di sosial media miliknya.
Menanggapi keputusannya mencadangkan Garnacho demi Mason Mount, pelatih Ruben Amorim mengatakan, “Mudah mengatakan itu sekarang. Siapa yang melewatkan peluang besar di babak pertama di semifinal? Garnacho. Sepak bola memang seperti itu,” tandasnya.
Garnacho, 20 tahun, adalah pemain dengan penampilan terbanyak untuk United musim ini, dengan 58 kali di semua kompetisi dan 11 gol. Meski demikian, ia terus dikaitkan dengan rumor transfer keluar dari Old Trafford, termasuk minat dari Chelsea pada awal tahun ini.

