Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Alex Marquez Pimpin Klasemen, Layakkah Masuk Tim Pabrikan Ducati?

Alex Marquez Pimpin Klasemen, Layakkah Masuk Tim Pabrikan Ducati?

GELUMPAI.ID — Alex Marquez memicu diskusi di MotoGP Spanyol. Banyak yang mempertanyakan apakah ia layak bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Motor merah Ducati dikontrak untuk Marc Marquez dan Pecco Bagnaia hingga akhir 2026. Namun, Alex kini memimpin klasemen 2025 dengan motor Gresini yang lebih tua.

Alex meraih kemenangan di grand prix Jerez. Kegagalan kakaknya, Marc, yang jatuh, membantunya naik ke puncak klasemen.

Ini kedua kalinya Marc gagal finis di balapan yang seharusnya ia menangkan. Konsistensi Alex dengan motor yang kurang kompetitif mencuri perhatian.

“Sampai kapan orang mulai bilang Alex layak di tim pabrikan bersama Marc?” tanya Suzi Perry dari TNT Sports.

Menurut laporan dari CRASH, performa Alex menyakitkan bagi Bagnaia. “Pecco mungkin bisa terima Marc, tapi Alex? Itu pukulan besar,” ujar Michael Laverty.

Bagnaia hanya finis ke-19 di tes Jerez. Ia berharap dua komponen baru bisa meningkatkan performanya.

Ia menguji ulang komponen yang dipakai Marc. Komponen ini sempat ia lepas karena tidak cocok saat tes pramusim.

Bagnaia yakin membawa perubahan ke Le Mans. Ia tidak menyebutkan detail komponen tersebut.

Alex unggul satu poin dari Marc di klasemen. Ia juga 20 poin di depan Bagnaia.

“Alex keluar dari bayang-bayang Marc tahun ini,” kata Laverty.

“Tahun ini semuanya pas. Dia pemimpin di timnya dengan rookie di sisinya,” ungkapnya.

Lingkungan tim Gresini yang seperti keluarga membantu Alex berkembang. Ia tetap rendah hati meski performanya menonjol.

“Dia masih kurang agresif melawan Marc. Tapi dengan yang lain, dia sangat agresif,” tutur Laverty.

Analis Sylvain Guintoli memuji kampanye Alex dengan motor lama. “Itu paket bagus meski bukan yang terbaru,” katanya.

Alex mengungguli pembalap VR46 dan Bagnaia. Performa konsistennya membuatnya diperhitungkan.

“Dia cepat begitu beralih ke GP24. Balapannya brilian, dia agresif sejak awal,” ujar Guintoli.