GELUMPAI.ID — Bek kiri Bayern Munich, Alphonso Davies, menceritakan pengalaman pahitnya selama pemulihan cedera ACL. Ia mengaku mengalami tekanan emosional yang berat.
Cedera itu terjadi pada Maret lalu saat Davies membela timnas Kanada. Ia diprediksi baru bisa kembali bermain akhir tahun ini.
Proses rehabilitasi terasa sangat menyakitkan baginya. Davies bahkan mengalami gangguan mental selama pemulihan.
Dikutip dari GOAL, Davies membagikan kisahnya melalui vlog di kanal YouTube pribadinya. Ia berusaha tetap kuat menghadapi tantangan ini.
“Saya ada sesi fisioterapi 30 menit lagi. Saya mengalami gangguan mental. Entah dari mana asalnya. Saya mandi, lalu tiba-tiba menangis dan panik. Semoga hari demi hari membaik. Kita harus berjuang melewati ini,” ujar Davies.
Cedera ACL itu dialami Davies saat laga playoff peringkat ketiga CONCACAF Nations League melawan Amerika Serikat. Ia hanya bermain kurang dari 15 menit.
Agen Davies, Nedal Huoseh, mengkritik keras penanganan cedera oleh federasi sepak bola Kanada. Ia menyebut Davies dipaksa bermain meski kondisinya belum fit.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, disebut mendesak Davies untuk tampil. Padahal, sang pemain tengah berjuang dengan kondisi fisiknya.
Bayern Munich juga menyatakan kekecewaannya. Mereka menuding Kanada dan klub tidak mengetahui tingkat keparahan cedera Davies.
Cedera baru terdeteksi setelah Davies diperiksa di Jerman. Hasilnya, ia mengalami robekan ACL.
Bayern bahkan mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap federasi sepak bola Kanada. Mereka menilai ada kelalaian dalam penanganan pemain.
Davies kini menghadapi masa pemulihan yang panjang. Bayern memperkirakan ia absen selama enam hingga delapan bulan.
Akibatnya, Davies dipastikan absen di ajang Piala Dunia Antarklub yang dimulai Juni mendatang. Ia fokus untuk pulih sepenuhnya.
Kisah Davies menjadi pengingat akan kerasnya tekanan di dunia sepak bola. Ia berjuang tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental.

