GELUMPAI.ID – Alya Nurlailiah, mahasiswi Universitas Setia Budhi Rangkasbitung asal Kabupaten Lebak, menilai bahwa permukiman yang sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.
Menurut Alya, persoalan lingkungan seperti banjir, sanitasi, dan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di Banten.
Pandangan tersebut ia sampaikan dalam ajang Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025.
Perempuan kelahiran Lebak, 18 Juli 2005 ini berdomisili di Kampung Binaya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Alya aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia tercatat sebagai Ketua Bidang Eksternal PMII, Ketua Kaderisasi HIMAIP, serta tergabung dalam BEM sebagai Sikandi.
Selain aktif berorganisasi, Alya juga memiliki prestasi di bidang seni.
Ia pernah meraih Juara II lomba puisi pada peringatan Harlah Kopri tahun 2024, serta Juara I lomba fashion show dalam kegiatan PKD PMII.
Dalam kesehariannya, Alya gemar membaca. Kegemaran tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri dan wawasan.
Menurut Alya, motivasinya mengikuti Wira Permukiman Sehat Provinsi Banten 2025 berangkat dari kepeduliannya terhadap kondisi permukiman di Banten yang masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
Ia ingin menjadi bagian dari generasi muda yang berperan aktif sebagai agen perubahan, menyuarakan solusi, serta mengedukasi masyarakat agar tercipta permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Alya memaknai permukiman yang sehat sebagai lingkungan yang bersih, aman, dan mendukung kualitas hidup masyarakat.
“Perkukiman sehat tidak hanya bebas dari sampah dan pencemaran, tetapi juga memiliki akses air bersih, sanitasi yang layak, ruang terbuka hijau, serta masyarakat yang sadar dan peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia meyakini, permukiman yang sehat akan melahirkan masyarakat yang produktif, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

