GELUMPAI.ID – Kekalahan kandang 0-2 dari West Ham United rupanya membuat juru taktik Manchester United, Ruben Amorim, geram. Alih-alih fokus pada persiapan final Liga Europa, Amorim justru blak-blakan membongkar masalah yang lebih mendasar di tubuh Setan Merah, terutama terkait mentalitas dan urgensi tim saat berlaga di Liga Primer Inggris.
Amorim tak menampik adanya perbedaan mencolok dalam performa timnya antara kompetisi domestik dan Eropa. Kekalahan dari West Ham menjadi yang keempat kalinya secara beruntun di Liga Primer setelah jeda laga Eropa, sebuah catatan yang memprihatinkan. Ia menilai, tanpa tekanan sistem gugur Liga Europa, para pemainnya kehilangan urgensi untuk meraih kemenangan di liga.
“Saya pikir ini cukup mirip dalam beberapa pertandingan kandang kami, melawan Wolves sedikit sama. Kami menciptakan lebih banyak peluang daripada lawan tetapi kurangnya urgensi [mengecewakan] untuk melindungi gawang kami dalam beberapa kali West Ham berada di dekat kotak penalti kami. Kami kurang urgensi,” tuturnya.
“Kami berada di dekat kotak [lawan] dan kurang urgensi. Kami perlu lebih agresif. Jika Anda tidak bisa mencetak gol pada bola pertama, [maka] bola kedua, jika Anda mengirim umpan silang, jika kami agresif, kami bisa mencetak gol. Kami kurang kecepatan. Kami harus melakukan jauh lebih baik,” ujar Amorim dengan nada frustrasi.
Lebih lanjut, Amorim menyoroti mentalitas yang dianggapnya bermasalah di dalam tim. Ia merasa para pemain mulai kehilangan rasa malu dan menganggap kekalahan kandang sebagai hal yang biasa, mengingat posisi mereka yang tak mungkin banyak berubah di klasemen.
“Bagi saya, kekhawatiran terbesar adalah perasaan bahwa ‘tidak apa-apa, kami tidak bisa mengubah posisi kami terlalu banyak, jadi tidak apa-apa.’ Itu adalah masalah terbesar di klub kami saat ini karena kami kehilangan perasaan bahwa kami adalah klub besar dan bahwa kalah dalam pertandingan kandang adalah akhir dari dunia. Jadi saya pikir itu adalah kekhawatiran terbesar di klub kami,” paparnya.
Melihat Manchester United kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen, Amorim tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Ia mendesak seluruh elemen klub untuk melakukan introspeksi mendalam dan mengakui bahwa masalah yang dihadapi jauh lebih besar daripada sekadar persiapan final Liga Europa.
“Saya pikir apakah kami seharusnya merasa sebagai manajer Manchester United dalam posisi itu, malu, dan sulit untuk diterima. Dan saya pikir semua orang harus berpikir serius tentang banyak hal di sini. Semua orang memikirkan final, final bukanlah masalah saat ini di klub kami, kami memiliki hal-hal yang lebih besar, lebih besar untuk dipikirkan [tentang]. Dan kami harus mengubah banyak hal di akhir musim,” pungkas Amorim.
Pernyataan Amorim ini mengisyaratkan akan adanya perombakan besar yang mungkin terjadi di Old Trafford pada bursa transfer musim panas mendatang.

