GELUMPAI.ID – Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menggambarkan performa timnya dengan kata ‘luar biasa’ setelah mengamankan kemenangan 3-1 atas wakil Norwegia, Bodo/Glimt, pada leg pertama semifinal Liga Europa di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (2/5) dini hari WIB.
Atmosfer fantastis di N17 berhasil dimanfaatkan Spurs untuk membuka keunggulan cepat melalui sundulan Brennan Johnson saat laga baru berjalan 37 detik. James Maddison menggandakan keunggulan pada menit ke-34, dan Dominic Solanke mencetak gol ketiga dari titik penalti setelah Cristian Romero dilanggar Jens Petter Hauge di menit ke-60. Spurs tercatat melepaskan 23 tembakan berbanding hanya dua milik Bodo/Glimt hingga 10 menit terakhir pertandingan.
Namun, juara Norwegia itu mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol ketiga percobaan mereka tujuh menit jelang bubaran. Spurs masih menciptakan beberapa peluang, termasuk sepakan melengkung Deki Kulusevski yang nyaris berbuah gol, namun skor 3-1 bertahan hingga akhir laga. Keunggulan dua gol ini menjadi modal berharga bagi Spurs untuk melawat ke markas Bodo/Glimt pada leg kedua, Kamis (8/5) mendatang, demi memperebutkan tiket final di Bilbao. Di laga semifinal lainnya, Manchester United sukses menaklukkan Athletic Club 3-0 di Bilbao.
Berbicara dalam acara Review Show, Ange mengungkapkan rasa senangnya atas performa para pemain spurs dilapangan. Ia juga mengatakan bahwa kemenangan ini jadi modal penting bagi para pemainnya untuk menghadapi leg ke-2 yang akan digelar di Norwegia nanti.
“Saya sangat senang dengan para pemain, saya pikir performanya luar biasa, sebaik yang mungkin terjadi. Saya pikir kami sangat terorganisir dan disiplin dalam bertahan, menciptakan banyak peluang, dan tenang saat menguasai bola. Saya tidak berpikir skor mencerminkan dominasi kami, tetapi ini menempatkan kami dalam posisi yang baik untuk leg kedua.” ungkapnya.
Mengenai awal laga dan gol cepat di menit pertama, Ange berpendapat bahwa hal tersebut terjadi dengan dorongan dan dukungan dari supporter spurs yang memberikan energi lebih kepada para pemain sebelum dan ketika lag berlangsung.
“Sejujurnya, saya pikir para penonton memainkan peran mereka, sejak kami keluar Anda bisa merasakan energi di stadion, itu memotivasi para pemain dan itu adalah awal yang brilian bagi kami, umpan silang yang hebat, Richy di kotak penalti dan Brennan selalu berada di posisi yang tepat, dia secara konsisten menempatkan dirinya di area di mana dia bisa mencetak gol. Itu adalah gol yang bagus dan saya pikir kami berkembang dari sana.”
Ange juga memuji gol penalti yang di eksekusi dengan baik oleh striker andalan mereka yakni Dominic Solanke. Selain itu, ia juga memuji kualitas Solanke yang tampil impresif sepanjang laga berlangsung.
“Kredit untuknya. Itu menunjukkan segalanya tentang dirinya. Dia tidak gentar, dia memiliki fokus yang jelas tentang apa yang ingin dia lakukan, dan itu adalah penalti yang penting, terutama ketika Anda melihat mereka mencetak gol di akhir laga. Gol ketiga itu memberi kami keunggulan tambahan yang kami butuhkan. Selain itu, etos kerjanya fenomenal. Dia bekerja sangat keras untuk tim, terkadang tanpa pamrih, terkadang dengan sedikit imbalan, jadi baginya untuk mencetak gol adalah penghargaan atas semua kerja kerasnya untuk kami.” pujinya.
Untuk persiapan menghadap leg kedua yang akan dilaksanakan pekan depan, Ange menyebutkan bahwa kondisi para pemain sangat baik dan terus berkembang selama bermain di kompetisi eropa ini. Mulai dari fase league hingga Semi final.
“Sejujurnya kepada para pemain sepanjang kampanye Eropa ini, mereka telah melakukannya. Laga tandang di Frankfurt sangat sulit. Mereka memiliki rekor kandang yang sama mengesankannya, dan kami harus pergi ke sana dan menang. Para pemain telah berkembang sepanjang kampanye Eropa ini, setiap tantangan yang kami hadapi,” jelasnya.
Terakhir, mengenai kesabaran tim dalam menghadapi pertandingan semi final, Ange menjelaskan bahwa itu adalah hal yang penting, karena untuk menjaga tempo pertandingan menghadapi lawan yang memiliki transisi baik seperti Bodo/Glimt.
“Itu penting karena mereka adalah tim yang suka bermain dengan tempo tertentu, mereka hampir mengubahnya menjadi permainan transisi, dan jika Anda membiarkan itu terjadi, itulah kekuatan mereka yang sebenarnya,” tandasnya.

