GELUMPAI.ID – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan rencana besar terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun anggaran awal yang ditetapkan pada 2025 adalah Rp 71 triliun, ternyata jumlah tersebut dianggap tak cukup untuk menjalankan program ini sepenuhnya hingga Desember 2025. Rencana untuk menambah anggaran pun muncul, bahkan bisa mencapai angka fantastis!
Menurut Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, anggaran tersebut diperkirakan akan meningkat hingga Rp 400 triliun per tahun. Anggaran segede itu dibutuhkan untuk memastikan program MBG dapat menyasar hingga 80 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Jumlah (anggaran) akan terus ditingkatkan dan diperkirakan bisa mencapai Rp 400 triliun setahun ketika program ini menyasar 80 juta penerima manfaat,” ujar Budi saat acara launching Induk Koperasi Forum Masyarakat Indonesia Emas Bersatu di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2025.
Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan tidak hanya menyediakan makanan untuk anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal untuk investasi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Budi menjelaskan, langkah ini akan memberikan dampak pada peningkatan kapasitas koperasi-koperasi lokal yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan pangan seperti ikan, telur, ayam, dan berbagai komoditas lainnya. Tercatat ada 1.332 koperasi yang siap ikut terlibat dalam memasok kebutuhan program ini.
Namun, untuk mewujudkan ambisi besar tersebut, dana yang tersedia saat ini masih kurang. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan bahwa anggaran Rp 71 triliun hanya cukup hingga bulan Juni 2025. Jika program MBG ingin berlangsung penuh dari Januari hingga Desember, Zulhas memperkirakan dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 420 triliun.
“Anggaran Rp 71 triliun hanya cukup sampai bulan Juni. Kalau tahun depan mau semua dari Januari, maka perlu anggaran Rp 420 triliun,” kata Zulhas saat rapat terbatas di Surabaya.
Ini bukan angka kecil, dan pemerintah tentu saja harus mengupayakan pertumbuhan pendapatan negara yang signifikan, sehingga bisa mendanai program ambisius ini. Anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk memastikan semua anak sekolah bisa menikmati manfaat program MBG, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

