GELUMPAI.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memastikan kesiapan untuk menampung hingga 30 ton emas per tahun dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Antam, Nico Kanter, yang mengatakan bahwa hingga kini perusahaan sudah menerima 125 kilogram emas dari PTFI.
“Semua tergantung dari produksi mereka. Kemarin ada masalah dengan kebakaran pada smelter terbaru mereka, tapi alhamdulillah sekarang bisa keluarin 125 kg. Kami siap untuk mengambil semua produksi yang mereka hasilkan,” ujar Nico saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Komitmen untuk menerima 30 ton emas per tahun ini berawal dari perjanjian jual beli antara kedua perusahaan. PTFI dan Antam telah menandatangani kesepakatan untuk memasok emas batangan kemurnian 99,99% kepada Antam, yang kemudian akan diproses di fasilitas pengolahan logam mulia Antam.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa pengiriman emas pertama sebanyak 125 kilogram pada 12 Februari 2025 lalu merupakan bagian dari kesepakatan ini. Pengiriman tersebut memiliki nilai total sekitar Rp 207 miliar.
“Ini langkah besar untuk hilirisasi emas di Indonesia, sesuai dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Tony dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).
Sebagai bagian dari hilirisasi industri pertambangan, PTFI dan Antam menjadikan PMR PTFI sebagai produsen emas batangan terbesar di Indonesia, dengan kapasitas pemurnian 50 ton emas per tahun. Menurut Tony, hilirisasi ini adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah lebih besar dari sumber daya alam Indonesia.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan industri pertambangan nasional yang lebih kompetitif dan berdaya saing global.
Sumber: CNBC Indonesia

