Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Apakah Standar Hidup Layak Saat Ini Masih Realistis?

Apakah Standar Hidup Layak Saat Ini Masih Realistis?

GELUMPAI.ID – BPS baru saja mengumumkan angka standar hidup layak untuk 2024: Rp12,3 juta per tahun, atau Rp1,02 juta per bulan. Kenaikan 3,71 persen dari tahun sebelumnya, tapi… apakah angka ini sesuai dengan realita biaya hidup sekarang?

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, sewa kos kecil aja udah bisa lebih dari Rp1 juta sebulan. Lalu, bagaimana angka ini dianggap “layak”? Yusuf Rendy Manilet, ekonom dari CORE Indonesia, menyatakan bahwa angka ini nggak mencerminkan daya beli masyarakat secara umum. “Ini menunjukkan betapa rentannya daya beli masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Coba hitung sendiri deh. Kalau Rp1,02 juta dipakai buat:

  • Sewa rumah: Kos-kosan kecil di pinggiran kota aja bisa Rp500 ribu sampai Rp800 ribu per bulan.
  • Makan: Belanja bahan makanan minimal bisa mencapai Rp30 ribu per hari, jadi udah sekitar Rp900 ribu per bulan.
  • Transportasi: Ongkos transportasi umum bisa sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sebulan.

Bahkan tanpa masukin biaya lain kayak pulsa, listrik, atau hiburan, totalnya udah lewat dari Rp1 juta.

Buat milenial dan Gen Z, angka ini rasanya nggak relevan sama sekali. Mereka udah tertekan dengan biaya pendidikan, sewa tempat tinggal, dan keinginan untuk hidup lebih baik. Rp1,02 juta itu nggak hanya jauh dari harapan, tapi juga nggak sesuai sama kondisi ekonomi mereka.

Apa sih masalah utamanya? Dua hal:

  1. Gak bisa menabung atau investasi – Kalau gaji cuma cukup buat kebutuhan sehari-hari, kapan bisa mulai merencanakan masa depan finansial?
  2. Ketergantungan utang atau bantuan – Banyak yang terpaksa ngutang buat memenuhi kebutuhan hidup, yang makin menambah beban ekonomi mereka.

Gimana cara keluar dari lingkaran ini? Beberapa langkah yang bisa diambil adalah:

  • Upah minimum yang realistis – Harus ada penyesuaian dengan inflasi dan kebutuhan riil masyarakat.
  • Edukasi keuangan buat generasi muda – Dengan mengelola keuangan lebih cerdas, bisa lebih gampang hidup lebih baik.
  • Dorong wirausaha – Cobalah untuk memanfaatkan peluang bisnis kecil buat nambah penghasilan.

Standar hidup layak memang penting, tapi kita nggak bisa cuma ngandelin angka statistik. Yang penting adalah memastikan tiap orang bisa dapet akses ke kebutuhan dasar tanpa harus khawatir soal besok.