Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Arsenal Keok di Kandang, Drama Penalti Bikin Pilu!

Arsenal Keok di Kandang, Drama Penalti Bikin Pilu!

GELUMPAI.ID – Satu lagi malam menyakitkan untuk Arsenal setelah mereka tumbang di tangan Manchester United melalui adu penalti pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (12/1) dini hari. Meski sempat unggul jumlah pemain, The Gunners gagal mengunci kemenangan dan harus rela tersingkir lebih awal.

Dominasi Awal yang Sia-Sia
Arsenal tampak optimis di babak pertama. Gabriel Martinelli bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-19, tetapi wasit menganulirnya karena offside. Sayangnya, kepercayaan diri Arsenal goyah ketika Gabriel Jesus cedera pada menit ke-40, memaksa Mikel Arteta memasukkan Raheem Sterling lebih awal.

Di babak kedua, Gabriel membuat blunder fatal yang berujung pada gol pembuka Manchester United di menit ke-52. Assist dari Alejandro Garnacho diubah Bruno Fernandes menjadi gol lewat satu sentuhan cerdas.

Keunggulan Pemain Tidak Dimanfaatkan
Momentum Arsenal seakan datang ketika Diogo Dalot mendapat kartu kuning kedua di menit ke-61. Arsenal hanya butuh dua menit untuk menyamakan skor 1-1 lewat voli Gabriel yang memanfaatkan kesalahan kiper Altay Bayindir.

Namun, ketidakmampuan Arsenal mengeksekusi peluang terus menjadi kendala. Bahkan penalti yang diberikan usai Harry Maguire menjatuhkan Kai Havertz juga gagal dimanfaatkan. Altay Bayindir tampil heroik dengan menepis tendangan Martin Odegaard, membuat fans Arsenal tertahan di ujung harapan.

Drama Adu Penalti Berujung Nestapa
Setelah melalui waktu tambahan tanpa gol tambahan, pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Sayangnya, ini menjadi malam kelam untuk Kai Havertz yang gagal sebagai satu-satunya eksekutor Arsenal.

Joshua Zirkzee menjadi pahlawan MU dengan menyelesaikan penalti kelima yang memastikan mereka lolos ke putaran keempat.

Kesempatan yang Terbuang
Hasil ini mengungkapkan masalah lama Arsenal dalam memanfaatkan peluang besar di laga-laga penting. Sebaliknya, Manchester United menunjukkan mentalitas juara meski bermain dengan 10 orang.

Laga ini menjadi pengingat bahwa taktik tanpa penyelesaian akhir hanya akan membawa penyesalan. Arsenal kini harus mencari cara untuk bangkit di kompetisi lainnya.

Laman: 1 2