Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Arteta “Paksa” Arsenal Beri Guard of Honour untuk Liverpool

Arteta “Paksa” Arsenal Beri Guard of Honour untuk Liverpool

Sebuah pemandangan menarik akan tersaji di Anfield pada Minggu sore WIB saat para pemain Arsenal akan berbaris memberikan guard of honour kepada sang juara Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Sebuah pemandangan menarik akan tersaji di Anfield pada Minggu sore WIB saat para pemain Arsenal akan berbaris memberikan guard of honour kepada sang juara Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool. Namun, di balik gestur penghormatan tersebut, terselip motivasi tersembunyi dari sang manajer The Gunners, Mikel Arteta.

Alih-alih sekadar mengikuti tradisi, Arteta justru ingin para pemainnya merasakan “rasa sakit” saat memberikan tepuk tangan kepada rival yang sukses merengkuh gelar. Ia berharap pengalaman pahit tersebut akan menjadi cambuk semangat bagi Bukayo Saka dan kolega untuk berjuang merebut trofi Liga Primer musim depan.

Keputusan ini muncul hanya berselang empat hari setelah Arsenal dipastikan kembali nirgelar untuk musim kelima berturut-turut usai tersingkir dari Liga Champions di tangan Paris Saint-Germain. Sempat muncul pertanyaan apakah Arsenal akan mengikuti jejak Chelsea yang juga memberikan guard of honour kepada Liverpool. Namun, Arteta menegaskan bahwa memberikan penghormatan kepada sang juara adalah hal yang pantas dilakukan.

Dalam konferensi pers jelang laga, Arteta mengungkapkan filosofinya di balik keputusan ini. “Sesuatu harus mendorong Anda, memotivasi Anda, dan rasa sakit mungkin adalah salah satu cara yang baik untuk digunakan ketika Anda sebenarnya tidak ingin melakukan sesuatu, tetapi itu adalah hal yang benar untuk dilakukan dan kemudian menggunakannya sebagai motivasi untuk musim depan,” ujar Arteta, dikutip dari berbagai sumber.

Arteta tak menampik bahwa Liverpool memang layak mendapatkan penghormatan tersebut. “Mereka (Liverpool) pantas mendapatkan guard of honour itu karena mereka telah menjadi tim terbaik dan mereka sepenuhnya pantas mendapatkannya,” pujinya.

Arsenal sendiri datang ke Anfield dengan tertinggal 15 poin dari Liverpool di klasemen. Performa The Gunners cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir seiring fokus mereka yang terbagi ke kompetisi Eropa. Mereka juga dipastikan akan mengumpulkan poin lebih sedikit dibandingkan dua musim sebelumnya, di mana mereka selalu finis sebagai runner-up di bawah Manchester City.

Meskipun berpotensi kembali finis di posisi kedua dan menghadapi kritik atas minimnya trofi selama lima setengah tahun kepemimpinannya, Arteta tetap menunjukkan determinasi tinggi. Ia menekankan bahwa dirinya memiliki banyak hal yang ingin dicapai dan hal itulah yang memotivasinya setiap hari.

“Jika ada seseorang yang telah menaikkan standar dan ekspektasi tertinggi, itu adalah saya. Karena saya terus menuntut dan mengharapkan lebih banyak, dan setelah itu lebih banyak lagi,” tegas Arteta.

Ia memahami kekecewaan dan kritik yang datang, namun melihatnya sebagai bagian dari siklus kompetisi. “Pada akhirnya hanya ada satu pemenang dan sisanya tidak akan menang, jadi mereka perlu menemukan kembali diri mereka dan melakukan yang lebih baik dan itu adalah bagian dari siklus,” pungkasnya.

Dengan memberikan guard of honour, Arteta tidak hanya menunjukkan respek kepada sang juara, tetapi juga menanamkan rasa lapar akan gelar di benak para pemainnya menjelang musim depan. Sebuah langkah psikologis yang menarik dari sang manajer muda Arsenal.

Laman: 1 2