Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Arteta Ungkap Kekesalan Mendalam Usai Arsenal Kalah dari Bournemouth

Arteta Ungkap Kekesalan Mendalam Usai Arsenal Kalah dari Bournemouth

Kekalahan kandang 1-2 Arsenal dari Bournemouth pada Sabtu (3/5) jelas meninggalkan bara kekecewaan mendalam bagi sang manajer, Mikel Arteta. (cr/Arsenal)

GELUMPAI.ID – Kekalahan kandang 1-2 Arsenal dari Bournemouth pada Sabtu (3/5) jelas meninggalkan bara kekecewaan mendalam bagi sang manajer, Mikel Arteta. Alih-alih menjadi modal positif jelang laga krusial leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG), hasil minor ini justru menimbulkan tanda tanya besar.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan di Emirates Stadium, Arteta tak sungkan melontarkan kritik pedas terhadap berbagai aspek, mulai dari keputusan kontroversial Video Assistant Referee (VAR), hingga rapuhnya lini pertahanan timnya, terutama dalam situasi bola mati.

“Saya baru melihat tayangan ulangnya beberapa kali dan tampak sangat berbeda dengan keputusan yang diambil. Namun, begitulah keputusan mereka,” ujar Arteta dengan nada ketidakpuasan yang kentara.

Arteta mengakui timnya memulai laga dengan baik dan berhasil mencetak gol pembuka. Namun, ia menyayangkan kegagalan para pemainnya memanfaatkan sejumlah peluang emas untuk menggandakan keunggulan.

“Setelah gol itu, kami punya empat atau lima situasi sangat terbuka untuk mencetak gol kedua. Kami gagal membunuh pertandingan. Dan kemudian, yang lebih parah, cara kami bertahan di kotak penalti sangat buruk, terutama dalam dua situasi bola mati yang kembali menjadi petaka. Tim seperti Bournemouth akan menghukum kesalahan seperti itu,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti perubahan drastis dalam permainan timnya setelah kebobolan. “Setelah itu, permainan menjadi terburu-buru, sangat kacau. Itu yang mereka inginkan, ruang terbuka lebar. Mereka punya lebih banyak energi daripada kami, terutama di menit-menit akhir. Kami gagal meraih hasil yang kami inginkan, dan itu sangat mengecewakan.”

Ia juga menyoroti buruknya lini pertahanan Arsenal, terutama dari segi bola mati yang menjadi penyebab kebobolan tim asal London itu. “Saya kira setiap pertandingan punya jawaban yang berbeda soal kehilangan poin dari posisi unggul. Namun, apa yang terjadi hari ini jelas menunjukkan bahwa jika Anda bertahan dengan cara seperti itu, meskipun hanya sedikit situasi bola mati, tetapi dilakukan dengan sangat buruk, di liga ini Anda akan dihukum. Tidak peduli Anda sedang unggul atau tertinggal,” tegas Arteta.

Kekalahan menyakitkan ini jelas bukan modal ideal jelang lawatan krusial ke Paris. Arteta pun mengakui hal tersebut, ia menyebut kekalahan ini membuat kondisi di ruang ganti menjadi negatif dan menurunkan keperceayaan diri para pemain jelang laga penting melawan PSG.

“Tentu saja kami ingin menciptakan atmosfer yang bagus, hasil positif akan sangat membantu membangun kepercayaan diri jelang hari Rabu. Namun, yang kami rasakan sekarang adalah amarah, kekesalan, frustrasi, dan perasaan tidak enak di perut. Kami harus memastikan emosi negatif ini kami salurkan menjadi performa luar biasa di Paris, memenangkan pertandingan, dan lolos ke final,” jelasnya.

Arteta sendiri enggan terlalu memikirkan keputusan PSG mengistirahatkan sejumlah pemain pilarnya di laga terakhir liga. “Saya tidak tahu. Mereka sudah juara liga, jadi mereka punya kemewahan untuk melakukan itu. Kami belum, karena kami masih punya banyak hal untuk diperjuangkan di Liga Primer. Tapi kami punya empat hari, dan saya yakin kami akan pulih sepenuhnya dan dalam kondisi terbaik untuk memainkan pertandingan itu,” tuturnya.

Meskipun masih berada di papan atas, Arteta menyadari bahwa posisi Arsenal saat ini belum aman, serta masih rawan untuk disalip oleh para pesaingnya. “Kami masih punya banyak hal untuk dilakukan. Secara matematis, kami belum lolos (ke zona Eropa), dan kami juga belum memastikan posisi kedua. Jadi, masih banyak pekerjaan yang menanti,” paparnya.

Walaupun menderita kekalahan cukup menyakitkan di kandang, Arteta tetap yakin bahwa skuadnya akan segera bangkit dan meluapkan rasa frsutasi ketika menghadapi PSG di Leg ke-2 Semifinal Liga Champions yang akan digelar tengah pekan depan.

“Setiap kali Anda tidak memenangkan pertandingan, terutama ketika Anda kalah, Anda sangat frustrasi. Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, amarah, frustrasi, kekesalan, dan perasaan tidak enak yang kami rasakan, harus kami gunakan untuk menampilkan performa besar pada hari Rabu dan lolos ke final,” tukas Arteta dengan nada penuh tekad.

Mengenai kondisi pemain cedera, Arteta memberikan kabar yang kurang menggembirakan. Soal Jurrien Timber, ia menyatakan ketidakpastian sang pemain bisa tampil di laga melawan PSG. “Yakin? Saat ini, tidak, karena dia tidak bisa bermain di sini dan kami bermain dalam empat hari.” Arteta juga enggan memberikan detail spesifik soal masalah yang dialami Timber.

Sementara itu, kondisi Martin Odegaard juga masih menjadi tanda tanya. “Saya belum sempat berbicara dengan dokter untuk mendapatkan kabar terbaru soal itu, jadi saya tidak tahu,” pungkas Arteta.

Dengan kekalahan menyakitkan ini dan sejumlah masalah yang mengiringi, tugas berat menanti Mikel Arteta untuk membangkitkan mental dan fisik para pemainnya demi meraih hasil positif di kandang PSG dan menjaga asa lolos ke final Liga Champions.

Laman: 1 2