GELUMPAI.ID — Serangan udara AS menghantam pasar dan permukiman di ibu kota Yaman, Sanaa, Minggu malam. Sedikitnya 12 warga tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.
Dikutip dari Middle East Monitor, Kementerian Kesehatan Yaman menyebut korban masih mungkin bertambah. Tim penyelamat masih mencari korban yang mungkin tertimbun reruntuhan.
Serangan dilanjutkan ke tiga provinsi lain pada Senin dini hari. Pesawat tempur AS melakukan empat serangan di Distrik Serwah dan dua serangan di Al-Jubah, Provinsi Marib.
Tiga serangan tambahan menghantam Distrik Harf Sufyan di Provinsi Amran. Empat serangan lain menyasar pinggiran selatan Kota Saada, plus satu serangan di Distrik Sahar.
Satu serangan terpisah juga menargetkan Distrik Jabal Al-Mahweet di Provinsi Al-Mahweet. Belum ada informasi rinci tentang korban dan kerusakan di wilayah-wilayah terbaru ini.
Pemerintah AS belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang serangan ini. Serangan terjadi di tengah ketegangan yang terus memanas di kawasan tersebut.
Kelompok Houthi yang menguasai Sanaa belum memberikan tanggapan. Konflik Yaman telah berlangsung selama hampir satu dekade dengan korban jiwa yang terus bertambah.
Serangan ini memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman yang sudah parah. PBB mencatat jutaan warga Yaman hidup dalam kondisi kelaparan dan kekurangan obat-obatan.
Komunitas internasional mulai menyoroti eskalasi kekerasan terbaru ini. Serangan terhadap kawasan sipil berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.
Situasi keamanan di Yaman semakin tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara AS semakin intensif menyasar berbagai wilayah di negara tersebut.

