Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Aston Martin Terpuruk, Tapi Masih Ogah Angkat Bendera Putih

Aston Martin Terpuruk, Tapi Masih Ogah Angkat Bendera Putih

GELUMPAI.ID — Aston Martin mungkin belum tampil menggigit musim ini, tapi tim asal Silverstone itu menolak menyerah begitu saja untuk 2025.

Tiga seri awal musim—Jepang, Bahrain, dan Arab Saudi—berakhir tanpa satu poin pun bagi Aston Martin. AMR25 terbukti masih punya banyak kekurangan.

Meski demikian, Lance Stroll menegaskan timnya belum berniat mundur dari persaingan.

“Kami memang belum di posisi yang kami inginkan. Tapi musim masih panjang. Kami akan melakukan apa yang kami bisa,” ucap Stroll, dikutip PlanetF1.

Menurut laporan dari CRASH, Stroll percaya bahwa timnya masih bisa memperbaiki performa. Walau regulasi besar akan datang di 2026, fokus 2025 tetap prioritas.

“Memang, tahun depan aturannya akan berubah besar. Tapi bukan berarti kami menyerah tahun ini. Kami tetap akan mencoba semaksimal mungkin,” lanjutnya.

Aston Martin saat ini berada di posisi ketujuh klasemen konstruktor, terbantu hasil Stroll di Australia dan China.

Namun rekan setimnya, Fernando Alonso, sempat menyatakan kemungkinan besar dirinya tak akan bisa meraih poin musim ini.

Stroll sendiri tampak realistis. Ia mengakui timnya belum menetapkan target spesifik selain tampil lebih kompetitif dari sekarang.

“Satu-satunya fokus kami sekarang adalah terus membawa performa yang lebih baik sepanjang musim,” ujarnya. “Kami punya beberapa ide untuk balapan ke depan. Kami harus berkembang di semua lini, itu sudah pasti.”

Meski belum menunjukkan hasil, Aston Martin berharap peningkatan bisa segera datang. Terlebih, 2026 akan jadi momen penting dengan masuknya Adrian Newey dan mesin pabrikan Honda.

Namun Stroll tak ingin mengorbankan musim ini hanya demi masa depan. Ia menyebut dinamika di F1 bisa berubah cepat.

“Kamu tahu, ada musim yang berat, dan ada musim saat kamu punya mobil bagus dan bisa bersaing,” katanya.

Stroll mengenang momen dua tahun lalu saat dirinya bertarung di posisi depan sebelum akhirnya gagal finis karena masalah mesin.

“Waktu itu kami sempat berada di posisi pertama dan ketiga atau keempat setelah Lap 1. Tapi sekarang kami bertarung di posisi 16. Itulah F1,” ujar Stroll.

Laman: 1 2