GELUMPAI.ID – Aston Villa telah mengkonfirmasi bahwa mereka secara resmi melayangkan keluhan kepada Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) menyusul kekalahan kontroversial 2-0 dari Manchester United di Old Trafford pada Minggu (25/5). Keluhan ini berpusat pada dianulirnya gol Morgan Rogers yang dianggap sebagai faktor kunci kegagalan mereka lolos ke Liga Champions.
Pada pertandingan tersebut, gol Morgan Rogers yang seharusnya membawa Villa unggul 1-0 dianulir oleh wasit Thomas Bramall. Wasit meniup peluit karena menganggap telah terjadi pelanggaran terhadap kiper Manchester United, Altay Bayindir, sebelum bola masuk ke gawang. Manchester United kemudian berhasil mencetak dua gol dan memenangkan pertandingan.
Kekalahan ini membuat Aston Villa, yang mengakhiri musim di posisi keenam Premier League, harus merelakan tiket Liga Champions musim depan. Mereka sebelumnya sempat berada di jalur yang tepat untuk lolos ke kompetisi elit tersebut.
Manajemen Aston Villa, melalui pernyataan resminya, mengkonfirmasi telah mengirim surat kepada PGMOL untuk menyuarakan keprihatinan terkait proses pemilihan ofisial pertandingan.
“Aston Villa dapat mengkonfirmasi klub telah menulis surat kepada PGMOL untuk menyampaikan kekhawatiran atas proses pemilihan ofisial pertandingan menyusul pertandingan hari ini dengan Manchester United di Old Trafford,” demikian bunyi pernyataan klub asal Midlands tersebut.
“Dengan pertaruhan yang begitu tinggi di pertandingan hari ini, klub percaya bahwa wasit yang lebih berpengalaman seharusnya ditunjuk. Dari 10 wasit yang memimpin pertandingan Premier League hari ini, Tuan Bramall adalah yang paling tidak berpengalaman kedua,” jelasnya.
Pernyataan itu melanjutkan, “Keputusan untuk menganulir gol Morgan Rogers, yang seharusnya memberi klub keunggulan 1-0 dengan 17 menit tersisa dalam pertandingan, adalah faktor kontribusi utama klub tidak lolos ke Liga Champions,” tambahnya.
“Sesuai standar yang telah ditetapkan selama musim berjalan, keputusan untuk meniup peluit terlalu dini jelas tidak konsisten dengan pedoman perwasitan saat ini. VAR ada untuk memastikan bahwa situasi semacam ini menerima pengawasan yang layak mereka dapatkan. Sayangnya, teknologi tersebut tidak diizinkan untuk menjalankan fungsinya,” tulisnya.
“Pada akhirnya, kami mengakui bahwa hasil untuk kami tidak akan berubah, tetapi kami percaya penting untuk membahas metodologi seleksi untuk memastikan bahwa pertandingan dengan pertaruhan tinggi diperlakukan sebagaimana mestinya terkait perwasitan dan untuk memastikan bahwa teknologi VAR yang diterapkan diizinkan untuk efektif,” tutupnya.
Sebelumnya, pihak Premier League telah memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut di tengah kontroversi. Sebuah pernyataan pada Minggu sore berbunyi, “Keputusan wasit adalah tendangan bebas untuk Manchester United dengan Bayindir dianggap telah menguasai bola sebelum Rogers mendapatkan penguasaan. Peluit ditiup oleh wasit sebelum bola masuk ke gawang, oleh karena itu insiden tersebut tidak dapat ditinjau oleh VAR,” tulis pernyataan Premier League.

