Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Aturan Aneh UEFA Bisa Beri Chelsea Pilihan Tak Lazim di Liga Champions

Aturan Aneh UEFA Bisa Beri Chelsea Pilihan Tak Lazim di Liga Champions

Sebuah aturan tak biasa dari UEFA membuka kemungkinan unik bagi Chelsea jika mereka berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan sekaligus menjuarai Liga Konferensi Eropa. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Sebuah aturan tak biasa dari UEFA membuka kemungkinan unik bagi Chelsea jika mereka berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan sekaligus menjuarai Liga Konferensi Eropa. Skenario ini memberikan The Blues opsi yang jarang terjadi dalam sepak bola Eropa.

Saat ini, Chelsea tengah berjibaku di papan atas Liga Primer Inggris demi merebut satu tempat di zona Liga Champions. Namun, jalan mereka menuju kompetisi tertinggi Eropa itu bisa jadi berbeda. Jika pasukan Enzo Maresca mampu mengangkat trofi Liga Konferensi Eropa dengan mengalahkan Real Betis di final, mereka tak serta merta harus mengambil jatah Liga Champions jika finis di lima besar klasemen liga domestik.

Kekalahan dari Newcastle United pada akhir pekan lalu memang sedikit meredupkan asa Chelsea untuk finis di zona Liga Champions. Meski masih bercokol di posisi lima besar, mereka hanya unggul selisih gol atas Aston Villa, dan Nottingham Forest terus mengintai di posisi ketujuh. Dua laga krusial melawan Manchester United dan Nottingham Forest akan menjadi penentu nasib mereka di Liga Primer.

Namun, andai kata Chelsea berhasil mengamankan posisi di zona Liga Champions, mereka akan dihadapkan pada pilihan menarik. Kemenangan di final Liga Konferensi Eropa secara otomatis memberikan mereka tiket ke Liga Europa musim depan. Nah, di sinilah letak keunikan aturannya. Jika Chelsea lolos ke Liga Champions melalui jalur liga dan juga menjadi kampiun Liga Konferensi Eropa, UEFA memberikan mereka hak untuk memilih: bermain di Liga Champions atau langsung melenggang ke fase grup Liga Europa.

Tentu saja, kecil kemungkinan Chelsea akan menolak kesempatan untuk berlaga di kompetisi paling bergengsi di Eropa. Namun, keberadaan opsi ini bukan tanpa alasan. Beberapa jatah kualifikasi Liga Champions melalui liga domestik mengharuskan tim untuk melewati babak kualifikasi yang tidak mudah. Kegagalan di babak tersebut tidak menjamin tempat di Liga Europa.

Oleh karena itu, beberapa tim, terutama tim-tim yang mungkin kurang berpengalaman di Eropa, bisa jadi lebih memilih jatah otomatis ke fase grup Liga Europa demi kepastian bermain di kompetisi Eropa. Aturan ini juga bertujuan untuk melindungi tim-tim kecil agar tetap bisa merasakan atmosfer kompetisi Eropa.

Situasi kepemilikan klub juga menambah kerumitan bagi Chelsea. BlueCo, pemilik Chelsea, juga memiliki saham mayoritas di klub Ligue 1, Strasbourg. Strasbourg sendiri masih berpeluang lolos ke babak kualifikasi Liga Champions. Namun, UEFA melarang dua klub dengan kepemilikan yang sama bermain di kompetisi yang sama. Untuk mengatasi potensi konflik ini, Strasbourg kemungkinan harus dikelola oleh ‘blind trust’ yang independen atau BlueCo harus mengurangi kepemilikan saham di salah satu klub.

Meski demikian, fokus utama Chelsea tampaknya tetaplah mengamankan tempat di Liga Champions melalui jalur klasemen. Pelatih Enzo Maresca sendiri menyatakan bahwa musim ini tidak akan dianggap sebagai kegagalan meskipun mereka gagal menembus Liga Champions.

“Dibandingkan dua tahun terakhir, ini bukan kegagalan. Berapa kali Chelsea bermain di Liga Champions dalam dua tahun terakhir? Nol. Berapa kali musim ini? Hampir sepanjang musim. Ini sudah merupakan peningkatan,” ujarnya.

“Tentu saja, kami ingin finis di sana (Liga Champions). Apakah itu cukup? Tidak, karena kami ingin bersaing untuk gelar. Tapi dibandingkan dua tahun terakhir, jelas ada peningkatan. Jika Anda ingin melihatnya, Anda akan melihatnya,” pungkas Maresca.