GELUMPAI.ID – Meski lebih banyak menang daripada rider lain, Francesco Bagnaia gagal merebut gelar juara dunia 2024. Apa yang sebenarnya salah? Bagnaia mengaku sudah habiskan berjam-jam untuk menganalisis kesalahan dan balapan terburuknya tahun lalu.
“Saya banyak menganalisis kesalahan, terutama dari balapan-balapan saya yang gagal,” ungkap Bagnaia di peluncuran tim Ducati Lenovo baru-baru ini.
Masalahnya? Sebagian besar kekalahan Bagnaia ternyata datang karena kurangnya kesabaran.
“Saya ingin selalu ada di depan, tapi saya sadar kadang lebih baik untuk sabar. Kejuaraan ini panjang,” lanjutnya.
Menurut Bagnaia, di beberapa situasi, jika dia lebih sabar, bisa saja dia menghindari kecelakaan dan malah meraih lebih banyak poin. “Poin-poin yang hilang di situasi itu bisa jadi cukup untuk merebut gelar,” katanya.
Meski kadang bisa sabar, ada juga momen di mana Bagnaia kehilangan kendali meski sudah tenang. “Terkadang sulit untuk diprediksi. Misalnya di Barcelona, saya jatuh di lap terakhir, begitu juga di Malaysia,” lanjut Bagnaia.
Dalam hal kecelakaan, dia hanya jatuh sembilan kali di seluruh musim 2024. Tapi sayangnya, tujuh dari sembilan kecelakaan itu terjadi di balapan, bukan latihan. “Ini bukan soal strategi yang harus diubah, tapi hal-hal yang perlu kita perbaiki dalam race,” jelasnya.
Selain itu, Bagnaia juga menyebutkan ada satu hal yang ingin dia perbaiki dalam gaya berkendara. “Di tikungan kiri, saya rasa masih kurang. Saya sangat kuat di kanan, tapi di kiri ada sesuatu yang harus saya perbaiki,” kata pembalap asal Italia itu. Ini jadi tantangan besar bagi Bagnaia, apalagi tim barunya, Marquez, terkenal kuat di tikungan kiri.
Musim ini, Bagnaia janji akan berfokus untuk perbaiki sisi tersebut. Hanya soal waktu, seberapa cepat dia bisa meraihnya.
Sumber: CRASH

