Al Jazeera juga menemukan bahwa beberapa broker ilegal menawarkan layanan untuk merujuk pasien, meskipun mereka tidak memiliki sertifikasi yang sah. Peraturan ketat di Korea Selatan mengatur praktik ini, namun masih banyak broker yang beroperasi tanpa izin.
Selain itu, ada juga kasus-kasus yang menyoroti bahaya industri ini, seperti kematian Bonnie Evita Law, seorang ahli waris kerajaan mode Hong Kong yang meninggal saat menjalani prosedur sedot lemak di klinik Seoul pada 2020. Investigasi mengungkap bahwa Law diperkenalkan ke rumah sakit melalui broker ilegal, dan dokter yang melakukan operasi tersebut ternyata seorang spesialis ortopedi, bukan ahli bedah plastik.
Lebih baru lagi, pada Januari lalu, seorang wanita asal China juga meninggal setelah menjalani prosedur sedot lemak di Gangnam. Kasus ini mendorong kedutaan besar China di Seoul untuk mengeluarkan peringatan terkait iklan dan praktik berisiko.
Namun, tidak semua pengalaman buruk. Ada juga pasien yang melaporkan pengalaman positif dengan prosedur bedah plastik di Korea Selatan. Beberapa inisiatif sedang dijalankan untuk meningkatkan keamanan dan transparansi, seperti Gangnam Medical Tourism Centre yang membantu pasien asing menemukan rumah sakit terverifikasi dan penyedia jasa medis yang terpercaya.
“Keamanan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama,” kata seorang pejabat di pusat tersebut.
Bagi Anda yang tertarik menjalani prosedur medis di luar negeri, penting untuk melakukan pengecekan yang cermat terhadap kredensial fasilitas medis dan perantara yang terlibat. Menurut Jeet Dhindsa, seorang pengusaha dalam bidang fasilitasi pariwisata medis, penting untuk selalu memilih penyedia yang transparan dan dapat dipercaya.
Sumber: Al Jazeera

