GELUMPAI.ID — Pasar Senin di Nabatieh, Lebanon, kembali hidup meski hancur akibat serangan udara Israel. Para pedagang, seperti Sanaa Khreiss, berjuang mempertahankan tradisi pasar bersejarah ini.
Sanaa menata dagangan pakaian dalam dengan rapi. Ia telah berjualan di pasar ini selama empat tahun.
Cuaca dingin dan hujan membuat pasar sepi. Namun, Sanaa tetap tersenyum menyapa pelanggan.
“Saya pilih Pasar Senin karena ramai dan bersejarah di Lebanon selatan,” kata Sanaa kepada Al Jazeera.
Suaminya, Youssef, membantu di samping. Ia kehilangan pekerjaan sebagai sopir setelah perang meletus pada 2023.
Youssef kini berjualan peralatan masak. Gerakannya tenang, namun wajahnya menyimpan beban perang.
Pasar ini berakar dari era Mamluk. Dahulu, pedagang dari Palestina dan Lebanon singgah di sini.
Menurut laporan dari Al Jazeera, serangan Israel pada 13 November 2024 menghancurkan pasar. Bangunan bersejarah rata dengan tanah.
Pedagang seperti Jihad Abdallah tetap bertahan. Ia menjual pakaian olahraga di tengah puing-puing.
“Israel ingin membuat tanah ini tak bisa dihuni, tapi kami di sini,” ujar Jihad.
Abbas Sbeity, pedagang pakaian anak, juga kembali. Ia mewarisi pekerjaan ini dari kakeknya.
“Kakekku membawaku ke sini dengan keledai!” kenang Abbas sambil tersenyum.
Pasar kini jauh lebih sepi. Banyak toko, seperti Al-Sultan, lenyap akibat serangan.
Pedagang menyapu puing setiap pagi. Mereka berupaya menjaga pasar tetap rapi.
Sanaa mencatat penurunan pembeli. Kini, warga hanya membeli kebutuhan pokok.
“Ada sisi baik dari hujan, saingan sedikit,” canda Sanaa.
Rachid Dennawi menjual kacang dan buah kering. Ia melakukan perjalanan tiga jam dari Tripoli.
“Orang di sini tak hanya membeli, mereka menyambutmu,” kata Rachid kepada Al Jazeera.
Abir Badran, pelanggan setia, membeli kurma dari Rachid. Ia menyebut pasar ini sebagai bentuk perlawanan.
“Israel ingin memutus hubungan kami dengan tanah ini,” ujar Abir.
Wali Kota Khodor Kodeih memperkirakan dua tahun untuk membangun kembali pasar. Ia kini pulih dari luka akibat serangan Oktober lalu.

