GELUMPAI.ID — Barcelona resmi meraih gelar juara La Liga usai mengalahkan Espanyol 2-0.
Kemenangan ini memastikan gelar dengan dua laga tersisa.
Hansi Flick berhasil mengubah dinamika tim di tengah ketidakpastian.
Musim panas lalu, Barcelona menghadapi masalah keuangan yang pelik.
Pendaftaran pemain baru, Dani Olmo, sempat terhambat aturan gaji.
Flick tetap fokus membangun tim dengan talenta La Masia.
Mengutip laman GOAL, Lamine Yamal menjadi bintang di lapangan.
Pemain muda ini kerap mencetak gol krusial sepanjang musim.
Flick menerapkan pendekatan ketat namun hangat pada skuad.
“Dia seperti sersan, tapi sangat akrab dengan pemain,” ujar Pedri.
Latihan fisik intensif meningkatkan stamina tim secara drastis.
“Kami bekerja lebih keras, dan itu terlihat di laga,” kata Pedri.
Barcelona kerap bangkit dari ketertinggalan di banyak pertandingan.
Kemenangan dramatis 4-3 atas Madrid di El Clasico jadi penentu gelar.
Flick juga menghadapi jadwal padat yang melelahkan.
Meski kalah di semifinal Liga Champions, tim tetap tangguh.
Strategi Flick membuktikan keunggulan kerja tim dan talenta muda.
Barcelona kini bersiap untuk tantangan baru di musim depan.

