GELUMPAI.ID – Sebuah tontonan sepak bola kelas atas tersaji di Camp Nou pada laga leg pertama semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Inter Milan. Pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh drama tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3, meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton dan pengamat sepak bola.
“Ini adalah pertarungan yang luar biasa untuk disaksikan, hampir seperti pertandingan tinju di mana gaya yang berlawanan bertemu. Barcelona dan Inter memiliki taktik yang sangat berbeda, dan itu menghasilkan pertandingan yang luar biasa.” ujar mantan bek Liverpool, Stephen Warnock.
Mantan penyerang Rangers, Ally McCoist, yang hadir sebagai komentator di TNT Sport, pun tak kalah antusias. “Malam ini sungguh istimewa, sebuah kehormatan bisa menyaksikan kedua tim ini bermain. Kita disuguhkan sepak bola yang luar biasa malam ini.” ungkapnya.
Gol-gol sensasional, drama yang menegangkan, dan penampilan individu yang memukau mewarnai jalannya pertandingan. Berikut adalah ulasan mengenai bagaimana malam yang memukau ini tersaji di lapangan hijau.
Inter Milan Kejutkan dengan Dua Gol Kilat
Sebagian besar pembicaraan menjelang pertandingan ini terpusat pada Barcelona. Lini pertahanan tinggi mereka yang berbahaya, kemampuan mencetak gol yang melimpah dengan trisula lini depan yang produktif, serta prospek generasi emas pemain baru dari akademi La Masia yang terkenal menjadi sorotan.
Namun, semua prediksi itu berubah dalam 30 detik pertama di Camp Nou. Marcus Thuram mencetak gol tercepat dalam sejarah semifinal Liga Champions melalui backheel cerdiknya, membungkam publik tuan rumah.
Menghadapi tim yang dikenal produktif, Inter Milan sadar satu gol tidaklah cukup. Gol kedua pun hadir pada menit ke-21 melalui tendangan salto spektakuler Denzel Dumfries yang kembali membungkam para suporter Barcelona.
Situasi ini jelas di luar dugaan bagi Barcelona yang berambisi mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir.
“Saya pikir semua orang mengira setelah Inter unggul 2-0, pertandingan akan selesai – mereka akan bermain sangat defensif, dan kita tidak akan melihat banyak hal selain pertahanan kokoh mereka,” kata Warnock.
Inter Milan hanya kebobolan lima gol sepanjang Liga Champions musim ini. Taktik garis pertahanan tinggi Barcelona justru mengekspos kelemahan mereka sendiri, dan tim Serie A tersebut mampu memanfaatkan celah tersebut. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.

