GELUMPAI.ID — Nama Hotma Sitompul tak asing lagi di dunia hukum Tanah Air.
Semasa hidup, ia dikenal sebagai salah satu pengacara paling tajir dan bergengsi di Indonesia.
Tak hanya sering muncul di kasus besar, Hotma juga pernah menjadi lawan sengit pengacara kondang lainnya, Hotman Paris.
Perseteruan mereka bahkan sempat menyita perhatian publik luas.
Di balik ketenarannya, honor yang diterima Hotma sebagai pengacara benar-benar mencengangkan.
Untuk memakai jasanya, klien harus merogoh kocek hingga Rp1 miliar.
Angka itu bukan isapan jempol belaka.
Dalam salah satu kasus yang pernah ia tangani di Kementerian Sosial, Hotma dikabarkan meraup keuntungan hingga Rp3 miliar.
Dengan rekam jejak seperti itu, tak heran jika namanya selalu berada di jajaran top pengacara elite Indonesia.
Ia dikenal cerdas, tajam, dan sangat strategis dalam membela kliennya.
Namun tak hanya mengejar keuntungan pribadi, Hotma juga dikenal peduli pada akses hukum untuk masyarakat kecil.
Pada 2002, ia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron.
Tujuannya jelas—memberikan keadilan bagi masyarakat miskin, lemah, dan buta hukum.
Langkah ini membuatnya tidak hanya disegani, tapi juga dihormati oleh berbagai kalangan.
Kepergian Hotma Sitompul pada Rabu (16/4) menjadi duka mendalam bagi dunia hukum Indonesia.
Ia mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun, setelah sempat menjalani cuci darah di RSCM Kencana, Jakarta.
Meski telah tiada, kiprah dan warisan perjuangan hukumnya masih terus dikenang.
Dari ruang sidang hingga masyarakat kecil, nama Hotma Sitompul akan terus hidup dalam ingatan.
Sumber: INSERT

