Nyatir
Beranda » Nyatir » Belajar dari Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga, Guru Ini Putuskan Ikut Merokok Bersama Murid

Belajar dari Kasus Kepsek SMAN 1 Cimarga, Guru Ini Putuskan Ikut Merokok Bersama Murid

GELUMPAI.ID – Di sebuah kantin yang ada di salah satu sekolah negeri di Banten, Asep, bukan nama sebenarnya, tengah membaca berita Detik News melalui ponsel pintarnya.

Berita tersebut direkomendasikan oleh Google, karena data preferensi berita yang dia sukai mungkin telah dikantongi oleh Google. Ya, privasi yang sangat indah.

Judul berita tersebut memang bikin bergidik ngeri: ‘Kepala SMA di Banten Tampar Murid Merokok, Andra Soni: Proses Dinonaktifkan’.

Sebagai pendidik, tentu ia tau bagaimana kenakalan pelajar saat ini. Merokok sembunyi-sembunyi di toilet sekolah, bolos kelas, hingga tawuran memang masih jadi penyakit di dunia pendidkan saat ini.

“Kalau pelajar kedapatan merokok di sekolah, apalagi udah ketauan jelas seperti itu tapi masih aja gak ngaku, pasti bikin gemes lah,” gumamnya.

Memang, dia tidak setuju dengan yang namanya kekerasan di dunia pendidikan. Toh, tamparan seperti apa yang dilakukan oleh sang Kepala Sekolah, tidak diketahui pasti.

“Di video pengakuannya kan sebenarnya kayak noel gitu. Kalau divisum, muncul apa ya nanti? Kan udah dilaporin ke Polisi,” pikirnya.

Masih bergumul dengan pikirannya akan berita tersebut, ia tiba-tiba mencium aroma tembakau terbakar di dekatnya.

Kaget karena ini berada di lingkungan sekolah, yang sejatinya merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menurut aturan perundang-undangan, ia pun mencari dimana asal muasal aroma tersebut.

Ternyata, asap tersebut berasal dari sekelompok pelajar yang tengah menikmati produk kretek tersebut. Ia pun berteriak ke arah para pelajar itu:

“Woy, kalian merokok ya?!” teriaknya. Seketika, para pelajar itu pun lari berhamburan.

Tanpa pikir panjang, Asep lari mengejar para pelajar yang kabur itu. Dengan effort maksimal, salah satu pelajar itu pun berhasil tertangkap.

Meski berhasil menangkap satu pelajar yang kedapatan merokok, Asep tetap kalap. Ia gundah dengan apa yang ada dipikirkannya: lakukan atau tidak?

Namun, tembok yang membatasi antara intuisi pria dengan rasionalitasnya pun runtuh. Intuisi dirinya menang, dan apa yang seharusnya tidak dia lakukan, akhirnya dilakukan.

Laman: 1 2