News
Beranda » News » Beri Bekal Penguatan Ekonomi Bagi Perempuan, KPPI Bersama DP3AKB Kota Serang Gelar Pelatihan Tata Rias

Beri Bekal Penguatan Ekonomi Bagi Perempuan, KPPI Bersama DP3AKB Kota Serang Gelar Pelatihan Tata Rias

GELUMPAI.ID – Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan, Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Serang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar pelatihan tata rias di Flamengo Hotel, Selasa 17 Juni 2025.

Kegiatan yang melibatkan organisasi perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) ini digagas sebagai upaya untuk memberikan bekal keterampilan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di Kota Serang.

Plt Ketua KPPI Kota Serang, Musyarrofah, menegaskan bahwa pelatihan tata rias ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masa depan perempuan.

Menurutnya, dengan keterampilan yang dimiliki, perempuan bisa lebih mandiri, bahkan mampu membuka peluang usaha baru di bidang yang kini semakin diminati masyarakat.

“Kami bersama DP3AKB Kota Serang melakukan kegiatan pelatihan tata rias dengan menghadirkan Make Up Artist (MUA) profesional dalam rangka penguatan ekonomi bagi perempuan, yang hari ini pesertanya adalah mahasiswa,” ujarnya, seperti rilis yang diterima pada Rabu 9 September 2025.

Musyarrofah yang akrab disapa Ofa itu menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan materi yang dirancang komprehensif.

Pada hari pertama, peserta yang hadir adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Serang. Jumlahnya mencapai 65 orang.

Mereka mendapatkan materi dasar tata rias mulai dari pengenalan alat, teknik pengaplikasian makeup, hingga praktik langsung melalui demo yang dibawakan oleh pelatih profesional dari @hauramakeup_house.

Menurut Ofa, dunia tata rias kini bukan sekadar hobi, tetapi sudah berkembang menjadi profesi yang sangat menjanjikan.

Banyak anak muda hingga ibu rumah tangga yang menekuni bidang ini dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan tetap maupun tambahan.

Karena itu, KPPI merasa penting untuk memberikan ruang pembelajaran yang terstruktur agar perempuan Kota Serang bisa ikut ambil bagian dalam industri ini.

“Selain kita latih, kita berikan ilmunya sebagai bekal yang harapannya di kemudian hari dapat diterapkan di dunia tata rias seperti Make Up Artist dan lainnya. Semoga dapat menjadi bekal dan membuka kesempatan seluas-luasnya di industri ini,” jelasnya.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membangun jaringan usaha di bidang kecantikan.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang terampil, bukan tidak mungkin akan muncul komunitas MUA (Make Up Artist) lokal Kota Serang yang dapat bersaing dengan profesional dari luar daerah.

“Keterlibatan GOW dalam pelatihan ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antarorganisasi perempuan di Kota Serang,” katanya.

Musyarrofah menilai, sinergi semacam ini sangat penting untuk memastikan perempuan dari berbagai latar belakang bisa mendapatkan manfaat yang sama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas antarperempuan, saling berbagi pengalaman, dan membuka kesempatan baru di dunia kerja maupun usaha.

“Dengan pelatihan yang berfokus pada skill praktis, KPPI dan DP3AKB berharap dapat mencetak perempuan yang lebih percaya diri, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya memang memiliki mandat besar dalam urusan pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, DP3AKB tidak hanya fokus pada perlindungan anak dan keluarga, tetapi juga berperan penting dalam mendorong peningkatan kualitas ekonomi perempuan agar mereka dapat lebih mandiri.

“DP3AKB memiliki dua urusan wajib non pelayanan dasar, salah satunya pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Anthon menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan akan berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi keluarga.

Dengan perempuan yang mandiri secara finansial, keluarga di Kota Serang diharapkan lebih sejahtera dan tidak bergantung sepenuhnya pada satu sumber penghasilan.

“Khususnya di DP3AKB, kami fokus dalam pemberdayaan perempuan salah satunya di bidang ekonomi agar perempuan di Kota Serang ini bisa mandiri secara ekonomi yang kemudian dapat membantu penguatan ekonomi keluarga,” katanya.

Menurut Anthon, pelatihan tata rias dipilih karena relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas sosial, permintaan jasa tata rias juga semakin tinggi.

Dari acara keluarga, wisuda, hingga pernikahan, kebutuhan akan perias semakin meningkat dan membuka peluang usaha yang luas.

“Kita ingin perempuan, keluarga di Kota Serang ini semakin sejahtera, maka diperlukan penguatan ekonomi. Materinya hari ini adalah tata rias, karena dengan berkembangnya penduduk ini juga membawa dampak pada kebutuhan akan tata rias makin banyak juga,” tandasnya. (ADV)