GELUMPAI.ID — Senator Bernie Sanders membuat kejutan besar dengan hadir di Coachella 2025. Pada Sabtu malam (12 April), Sanders naik ke panggung untuk memperkenalkan Clairo dan menyampaikan pesan politik yang penuh semangat kepada ribuan penonton.
“Negara ini menghadapi tantangan besar, dan masa depan Amerika tergantung pada generasi kalian,” kata Sanders kepada kerumunan, seperti dilansir Time.
“Kalian bisa memilih untuk berpaling dan mengabaikan apa yang terjadi, tapi jika itu yang kalian lakukan, itu adalah bahaya bagi kalian sendiri. Kami butuh kalian untuk berdiri dan memperjuangkan keadilan, baik itu keadilan ekonomi, sosial, maupun rasial.”
Ketika menyebut nama “Presiden Amerika Serikat,” penonton langsung menyuarakan ketidaksetujuannya dengan suara boo.
“Saya setuju,” jawab Sanders dengan tegas.
Politikus berusia 83 tahun itu kemudian mengkritik pandangan Presiden Donald Trump mengenai perubahan iklim. “Trump menganggap perubahan iklim itu hoaks. Dia sangat salah,” ujar Sanders.
“Kalian dan saya harus berdiri melawan industri bahan bakar fosil dan memberitahukan mereka untuk berhenti merusak planet ini.”
Selain itu, Sanders juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai ketimpangan kekayaan dan kekuatan korporasi.
“Ekonomi kita saat ini berfungsi dengan baik untuk kelas miliarder, tapi tidak untuk keluarga pekerja,” kata Sanders, sambil menyerukan tindakan terhadap perusahaan asuransi dan farmasi.
“Kesehatan adalah hak asasi manusia,” tambahnya.
Sanders memuji Clairo yang menggunakan platformnya untuk mengadvokasi isu-isu penting.
“Saya di sini karena Clairo telah menggunakan ketenarannya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, untuk berusaha mengakhiri perang brutal di Gaza, tempat ribuan wanita dan anak-anak terbunuh,” kata Sanders.
Setelah tampil, Sanders mengungkapkan pengalamannya melalui unggahan di X, “Terima kasih, Coachella. Saya menikmati memperkenalkan @clairo malam ini,” tulisnya.
“Ini adalah masa-masa sulit. Generasi muda harus memimpin perjuangan untuk mengatasi perubahan iklim, melindungi hak-hak perempuan, dan membangun ekonomi yang bekerja untuk semua, bukan hanya segelintir orang.”

