Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Bisa Pakai QRIS, Dispar Banten Dukung Digitalisasi Transaksi di Tempat Wisata

Bisa Pakai QRIS, Dispar Banten Dukung Digitalisasi Transaksi di Tempat Wisata

GELUMPAI.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mendukung terlaksananya digitalisasi transaksi di tempat wisata.

Bahkan, ke depan wisatawan baik dari Banten maupun luar daerah dapat memanfaatkan QRIS yang digagas Bank Indonesia dan tengah masif digunakan ini sebagai alat pembayaran saat di tempat wisata.

Plt Kepala Dispar Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, sangat mengapresiasi KPw BI Banten yang turut memberikan fokus dan perhatiannya terhadap potensi wisata yang ada di Banten salah satunya di Sawarna.

“Saya bersyukur sekali jika BI sudah sama-sama juga berencana ingin memberikan fokus dan perhatiannya kepada pariwisata, harapannya desa wisata yang berada di Sawarna ini menjadi salah satu pendukung faktor pertumbuhan ekonomi bagi masyarakatnya,” jelas Linda.

Hal ini disampaikan olehnya usai Dialog Wisata Banten Potensi, Tantangan dan Dukungan Pembayaran QRIS di Bintaro Jaya Xchange Mall 2 Tangerang Selatan, pada Sabtu 24 Mei 2025.

Berkaitan dengan digitalisasi transaksi pada destinasi wisata, ia menegaskan komitmennya bahwa ke depan, untuk memasuki objek wisata di Banten, bisa menggunakan QRIS.

“Kami juga berupaya agar ke depan sistem pembayaran QRIS berlaku di objek wisata. Kita tetap mempertahankan bahwa ini harus berlaku di beberapa titik-titik objek wisata,” terangnya.

Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan dalam bertransaksi, sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal.

“Digitalisasi transaksi akan kami lakukan sebagai salah satu bentuk transaksi yang paling nyaman dan aman dibandingkan membawa uang secara tunai,” ucapnya.

Tak hanya untuk tiketing saja, ke depan pihaknya akan mendukung digitalisasi transaksi di sektor ekonomi pendukung lainnya di tempat wisata tersebut seperti kuliner dan sebagainya.

“Bahkan juga untuk jajan atau membeli kuliner di sana, insyaallah sedang kita galakkan dan kita kembangkan di sana digitalisasi transaksinya,” tuturnya.

Ia mengharapkan sistem pembayaran digital ini dapat merata di seluruh titik potensi wisata, tak hanya terbatas pada UMKM di perkotaan yang terbiasa dengan pameran dan memiliki akses dan dukungan digitalisasi yang memadai.