Israel tetap sangat khawatir tentang kekuatan ekstremis yang semakin berkuasa di Suriah, dan mereka melakukan serangkaian serangan udara ke gudang senjata dan pertahanan udara Suriah pada malam menuju Minggu, menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.
Serangan ini tampaknya merupakan yang terbaru dalam rangkaian serangan udara yang menurut Israel bertujuan untuk mencegah persenjataan Assad jatuh ke tangan militan.
Namun, keterlibatan AS dengan HTS dapat menandakan perubahan pendekatan Washington, yang memicu harapan bahwa AS akhirnya akan mencabut sanksi yang telah diberlakukan pada negara tersebut selama beberapa dekade dan semakin ketat sejak dimulainya perang saudara pada 2011.
“Kami berharap dapat melihat segera berakhirnya sanksi agar kita dapat melihat benar-benar ada upaya membangun Suriah,” kata utusan PBB Geir Pedersen kepada wartawan saat mengunjungi Damaskus untuk bertemu dengan pemerintah sementara yang baru.
Biden telah menguraikan keterlibatan AS yang berkelanjutan di Suriah, tanpa berkomentar apakah Washington akan menghapus atau mempertimbangkan kembali label teroris terhadap HTS.
“Kami akan berhubungan dengan semua kelompok Suriah, termasuk dalam proses yang dipimpin oleh PBB, untuk membangun transisi dari rezim Assad, menuju Suriah yang independen, berdaulat, dan merdeka,” ujarnya pekan lalu. “Suriah dengan konstitusi baru, pemerintahan baru yang melayani semua warga Suriah.”

