GELUMPAI.ID – Publik mulai ramai mencari profil Gregory Hendra Lembong setelah namanya muncul sebagai calon presiden direktur baru PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Gregory diusulkan menggantikan Jahja Setiaatmadja, yang bakal naik jabatan sebagai presiden komisaris BCA usai Djohan Emir Setijoso mengundurkan diri.
Pergantian jajaran direksi dan komisaris ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret mendatang.
“Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang akan diusulkan adalah sebagai berikut:… Mengangkat Bapak Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris Perseroan; Mengangkat Bapak Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur Perseroan,” tulis BCA dalam surat pemanggilan resmi RUPST, Rabu (12/2).
Saat ini, Gregory menjabat sebagai wakil presiden direktur BCA sejak 2022. Ia bertanggung jawab atas supervisi direktur keuangan & perencanaan serta direktur transaksi perbankan.
Selain itu, ia juga memantau strategi operasional dan perkembangan bisnis anak usaha BCA, termasuk PT Central Capital Ventura dan PT Bank Digital BCA (BCA Digital).
Perjalanan kariernya di dunia perbankan terbilang panjang, baik di dalam maupun luar negeri. Sebelum bergabung dengan BCA, ia pernah menjabat Chief Transformation Officer di Bank CIMB Niaga sejak 2019. Sebelumnya, ia juga dipercaya menjadi Chief Fintech Officer CIMB Group Malaysia pada 2018.
Gregory juga sempat berkarier di J.P. Morgan Asia-Pasific, Deutsche Bank London, dan Citibank dengan berbagai posisi strategis.
Menariknya, latar belakang pendidikannya bukan di bidang perbankan. Gregory meraih gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of Washington dan Master of Science in Engineering Economic Systems dari Stanford University, AS.
Sumber: CNN Indonesia

