GELUMPAI.ID – Harapan Arsenal untuk membangun momentum jelang laga krusial leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) tengah pekan ini pupus. The Gunners secara mengejutkan takluk 1-2 dari Bournemouth di Emirates Stadium, Sabtu (3/5) waktu setempat, sekaligus menodai ambisi mereka untuk mengamankan tiket Eropa.
Arsenal akan bertandang ke Prancis pada Rabu mendatang dengan misi membalikkan defisit 0-1 dari leg pertama demi melaju ke final kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
Pelatih Mikel Arteta sejatinya menurunkan skuad terbaiknya dalam laga kontra The Cherries, alih-alih mengistirahatkan pemain kunci. Namun, soliditas tim tamu di babak kedua berhasil membalikkan keadaan.
Declan Rice menandai penampilan ke-100-nya bersama The Gunners dengan gol pembuka di babak pertama. Gelandang Inggris itu mengecoh kiper Bournemouth, Kepa, sebelum menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Namun, Bournemouth tampil gigih dan setelah beberapa kali membuang peluang di babak pertama, mereka berhasil membalikkan kedudukan setelah turun minum.
Dean Huijsen menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui sundulan memanfaatkan lemparan ke dalam jauh dari Antoine Semenyo.
Hanya berselang delapan menit, tim tamu berbalik unggul. Evanilson berhasil menyontek bola liar di kotak penalti usai kemelut dari sepak pojok, sekaligus memastikan kemenangan perdana Bournemouth di Emirates Stadium sepanjang sejarah.
Kekalahan ini membuat Arsenal tertahan di posisi kedua klasemen, sementara Manchester City di urutan ketiga hanya terpaut tiga poin.
Sebaliknya, kemenangan ini mendongkrak asa Bournemouth untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan. Mereka kini naik ke posisi kedelapan klasemen. Hasil ini akan dikenang lama oleh para suporter The Cherries dan menjaga harapan mereka untuk berlaga di panggung Eropa musim depan tetap menyala.
Bournemouth sebenarnya sempat masuk dalam persaingan zona Eropa sepanjang musim ini. Namun, catatan hanya satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir sebelum lawatan ke Emirates Stadium mengindikasikan tren negatif mereka.
Kemenangan atas Arsenal ini akan memberikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan. Keputusan jitu pelatih Andoni Iraola dalam melakukan pergantian pemain, terutama masuknya Semenyo, menjadi kunci perubahan permainan tim tamu.
Bournemouth selanjutnya akan menghadapi laga sulit melawan Aston Villa dan Manchester City. Namun, setelah meraih kemenangan bersejarah di kandang Arsenal, mereka akan memiliki keyakinan untuk meraih hasil positif yang dibutuhkan demi finis di delapan besar.
Bagi Arsenal, fokus utama mereka saat ini jelas tertuju pada Liga Champions. Mereka berambisi meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Namun, kekalahan di kandang sendiri ini jelas bukan persiapan ideal jelang lawatan krusial ke markas PSG. Meskipun Arteta menurunkan seluruh pemain kuncinya, performa The Gunners jauh dari kata memuaskan dan mereka kehilangan poin untuk kedua kalinya secara beruntun di Liga Primer.
Arsenal sebenarnya mampu mengontrol jalannya pertandingan di babak pertama, meskipun tidak sepenuhnya nyaman. Ketika Rice membawa mereka unggul 11 menit sebelum turun minum, para suporter tuan rumah tentu berharap tim kesayangan mereka akan mampu menambah gol.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Momentum berbalik ke arah Bournemouth di babak kedua.
Arsenal yang biasanya kuat dalam situasi bola mati, baik saat menyerang maupun bertahan, tampil buruk dalam kedua aspek tersebut pada laga ini. Mereka kebobolan dua gol dari skema bola mati untuk pertama kalinya sejak Desember 2023.
Gol penyama kedudukan Huijsen tercipta karena kurangnya antisipasi terhadap lemparan ke dalam jauh, sementara gol kemenangan Evanilson terjadi setelah ia memenangi duel udara dengan Martin Odegaard.
Arsenal masih memiliki waktu untuk menyelamatkan sesuatu dari pertandingan ini, namun ketiadaan striker dengan naluri membunuh terlihat jelas. Mereka gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang setelah gol kedua Bournemouth.

