Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Brad Binder Sebut GP Qatar Sebagai Akhir Pekan Terberat dalam Kariernya

Brad Binder Sebut GP Qatar Sebagai Akhir Pekan Terberat dalam Kariernya

GELUMPAI.ID — Pembalap KTM Brad Binder menyebutkan bahwa Grand Prix Qatar 2025 adalah akhir pekan terberat dalam karier MotoGP-nya. Setelah awal musim yang sulit, KTM berharap tampil lebih kompetitif di Qatar, mengingat Binder sukses meraih podium di Lusail tahun lalu.

Namun, harapan itu tidak terwujud. Binder memulai balapan dari posisi ke-18 dan menjalani sprint yang disebutnya sebagai “balapan terburuk dalam hidup saya” akibat masalah getaran pada motornya yang menyulitkan untuk mengendalikan motor. Ia hanya bisa finis di posisi ke-14 pada sprint.

Pada balapan utama, Binder kembali kesulitan dan hanya bisa finis di posisi ke-14, tertinggal 17,632 detik dari pemenang. Meski demikian, ia dipromosikan ke posisi ke-13 setelah Maverick Vinales dijatuhi penalti pasca-balapan.

“Ini jelas akhir pekan paling sulit yang saya alami dalam karier saya sejauh ini,” kata Binder.

“Apa pun yang kami coba, saya tidak pernah merasa nyaman. Saya merasa seperti jika saya tidak mengalami getaran besar, saya kehilangan grip depan, dan jika tidak itu, saya merasa seperti berputar-putar.”

Binder menambahkan bahwa meskipun tim telah mencoba berbagai setelan, tak ada yang berhasil mengatasi masalah tersebut.

“Dari lap pertama, saya merasa tidak ada grip belakang dan kami tidak menemukan cara untuk membuatnya terasa normal.”

Sementara itu, Pedro Acosta, rekan setim Binder, juga mengalami akhir pekan yang berat. Setelah sprint yang sangat buruk, Acosta berhasil finis di posisi kesembilan, yang kemudian berubah menjadi posisi kedelapan setelah penalti Vinales.

“Much better, much better,” ujar Acosta, menggambarkan perbaikan performanya dibandingkan dengan tahun lalu.

“Ini bisa dikatakan balapan yang ‘dapat diterima’, bukan yang terbaik karena saya memulai cukup jauh dan harus melewati banyak pembalap untuk bisa cepat.”

Sumber: CRASH