GELUMPAI.ID – Brentford sukses menjaga asa untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan usai memenangkan laga sengit kontra Manchester United dengan skor 4-3 di Gtech Community Stadium pada Minggu, (4/5) waktu setempat. Pertandingan yang diwarnai tujuh gol ini menyajikan drama hingga menit-menit akhir.
Manchester United sempat membuka keunggulan melalui gol kedua Mason Mount untuk klubnya. Menerima umpan silang apik dari Alejandro Garnacho di sisi sayap, Mount dengan tenang menceploskan bola ke gawang tuan rumah.
Namun, keunggulan Setan Merah tidak bertahan lama. Kapten Brentford, Mikkel Damsgaard, berhasil menyamakan kedudukan setelah umpan silangnya berbelok arah usai mengenai bek United yang pada laga itu dipimpin oleh Luke Shaw.
Enam menit berselang, Brentford berbalik unggul melalui gol kontroversial Kevin Schade. Melompat lebih tinggi dari bek muda United, Tyler Fredricson, Schade menanduk bola dengan keras, mencetak gol ke-10nya musim ini. Kubu Manchester United melayangkan protes keras lantaran wasit tidak menghentikan pertandingan saat bek mereka, Matthijs de Ligt, terjatuh akibat cedera sesaat sebelum gol terjadi.
Schade kembali menjadi mimpi buruk bagi United dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-70. Kali ini, ia menyambut umpan silang mendatar dari Bryan Mbeumo dari jarak dekat.
Kendati demikian, Brentford belum puas. Kerja sama apik lini serang mereka berhasil membobol pertahanan United, memungkinkan Michael Kayode mengirimkan umpan terukur kepada Yoane Wissa yang dengan mudah menceploskan bola menjadi gol keempat bagi The Bees.
Di tengah upaya mengejar ketertinggalan, pemain internasional Argentina, Alejandro Garnacho, memperkecil skor menjadi 4-2 melalui sepakan jarak jauh yang spektakuler pada delapan menit jelang waktu normal berakhir.
Drama kembali tersaji di masa injury time. Amad Diallo, pemain pengganti United, mencetak gol pada menit kelima dari tujuh menit tambahan waktu yang diberikan, membuat para pendukung Brentford deg-degan. Namun, tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini semakin membenamkan Manchester United di posisi ke-15 klasemen sementara dengan raihan 39 poin dari 35 pertandingan. Sementara itu, kemenangan ini mengangkat Brentford ke peringkat sembilan, hanya terpaut satu poin dari Bournemouth yang berada di posisi kedelapan. Dengan persaingan yang masih ketat di sisa bulan terakhir musim ini, tiket ke kompetisi Eropa menjadi target yang dinamis.
Potensi hingga sepuluh tim Inggris berlaga di Eropa musim depan terbuka lebar, tergantung hasil di Piala FA, Liga Europa, Liga Champions, dan tentunya Liga Primer Inggris. Bahkan, posisi kedelapan di Liga Primer bisa jadi cukup untuk mengamankan tempat di Liga Konferensi Eropa, bergantung pada hasil di kompetisi lain.
Brentford sendiri akan berjuang maksimal untuk meraih posisi setinggi mungkin dan melihat di mana mereka akan berakhir. Dengan mentalitas seperti yang ditunjukkan dalam laga kontra United, tiga pertandingan terakhir melawan Ipswich, Fulham, dan Wolves akan menjadi ujian sesungguhnya. Mereka mungkin perlu memenangkan seluruh pertandingan tersebut untuk mengamankan kualifikasi Eropa pertama mereka sejak para suporter mengurus paspor untuk Piala Anglo-Italia pada tahun 1992. Dengan momentum yang tengah mereka raih, tidak banyak yang berani meragukan kemampuan mereka.
Dua gol yang dicetak Schade menjadikannya pemain ketiga Brentford yang mencatatkan 10 gol atau lebih di Liga Primer musim ini. Tidak ada klub lain yang memiliki tiga pemain dengan catatan gol serupa. Torehan 62 gol Brentford di Liga Primer musim ini hanya kalah dari Liverpool, Manchester City, Newcastle, dan Arsenal. Dengan jadwal yang relatif menguntungkan di tiga laga terakhir, asa Brentford untuk mencicipi kompetisi Eropa semakin membara.

