News
Beranda » News » Brian Mast: Figur Pro-Israel yang Siap Pimpin Komite Luar Negeri DPR AS

Brian Mast: Figur Pro-Israel yang Siap Pimpin Komite Luar Negeri DPR AS

GELUMPAI.ID – Sejumlah advokat hak-hak Palestina di Amerika Serikat menyuarakan penentangan terhadap pemilihan Brian Mast, anggota Kongres dari Partai Republik, untuk memimpin Komite Urusan Luar Negeri DPR. Mast yang dikenal sebagai pendukung keras Israel, ditunjuk oleh rekan-rekannya di Partai Republik pada Senin lalu untuk menjadi ketua komite tersebut, yang mengawasi kebijakan luar negeri AS. Penunjukan ini memicu protes keras.

Dilansir dari Al Jazeera, pada Selasa, Council on American-Islamic Relations (CAIR) menyoroti rekam jejak Mast yang penuh dengan pernyataan anti-Palestina, seperti menghina warga sipil dan menyerukan penghancuran infrastruktur Gaza. Direktur urusan pemerintah CAIR, Robert McCaw, menyebut Mast sebagai “spokesperson” yang sempurna untuk pemerintah Israel yang dianggap sebagai “penjahat perang,” namun menurutnya, Mast tidak pantas memimpin dengar pendapat di Kongres mengenai masalah internasional yang mempengaruhi keamanan negara.

Mast membalas kritik ini pada Rabu dengan mengatakan, “Saya akan lebih khawatir jika mereka mendukung saya. Bersiaplah dan kencangkan sabuk pengaman,” dalam sebuah unggahan media sosialnya.

Sebelum bisa memimpin komite, Mast masih perlu terpilih oleh seluruh anggota DPR, tempat partainya memegang mayoritas tipis. Jika terpilih, Mast yang merupakan veteran militer AS dan kehilangan kedua kakinya dalam serangan di Afghanistan, akan memimpin komite yang mengawasi legislasi terkait kebijakan luar negeri.

Mast dan Pernyataannya yang Kontroversial

Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober tahun lalu, Mast secara terbuka membela hak Israel untuk menggunakan segala cara untuk menyerang wilayah Palestina. Misalnya, Mast pernah mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza seharusnya diperlambat, meskipun Gaza mengalami blokade ketat yang menyebabkan kelaparan mematikan.

Mast juga berpendapat bahwa semua warga Palestina di Gaza adalah sasaran yang sah bagi kekerasan dan kelaparan yang dilakukan oleh Israel. “Saya tidak rasa kita akan dengan mudah menyebut warga sipil Nazi yang tak bersalah saat Perang Dunia II. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa sangat sedikit warga sipil Palestina yang tak bersalah,” katanya tahun lalu.

Laman: 1 2 3