News

Brian Mast: Figur Pro-Israel yang Siap Pimpin Komite Luar Negeri DPR AS

Komentarnya ini memicu perlawanan dari anggota Kongres Demokrat, Sara Jacobs, yang memimpin upaya untuk mengecam Mast di DPR, meski gagal. “Komentar Brian Mast sangat berbahaya dan merendahkan kemanusiaan saat kita berjuang untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa sampai ke Palestina yang membutuhkan,” kata Jacobs saat itu.

Medea Benjamin, pendiri grup anti-perang Code Pink, menyebut Mast sebagai “anggota Kongres yang paling kejam dan tidak berperasaan”. “Pengabaian totalnya terhadap warga sipil Palestina semakin menyulut kekerasan. Posisi Mast sebagai ketua Komite Luar Negeri bisa menjadi pertanda buruk bagi kebijakan luar negeri yang berupaya melindungi nyawa manusia dan mempromosikan perdamaian,” ujarnya.

Benjamin dan aktivis lainnya juga sempat berhadapan langsung dengan Mast di Capitol Hill tahun ini. Ketika ditanya apakah dia pernah melihat gambar anak-anak Palestina yang tewas akibat serangan Israel, Mast menjawab: “Ini bukan warga sipil Palestina yang tak bersalah.”

Menurut otoritas kesehatan lokal, Israel telah membunuh sedikitnya 44.800 orang Palestina, termasuk lebih dari 17.000 anak-anak, di Gaza sejak perang dimulai.

Mast menanggapi kritik dari kelompok internasional dan PBB dengan menolak semua tuduhan terhadap Israel dan bahkan menyerukan untuk membubarkan UNRWA, badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.

Yasmine Taeb, direktur legislatif di MPower Change, sebuah organisasi yang berfokus pada keterlibatan sipil warga Muslim Amerika, menyebut pemilihan Mast sebagai ketua komite ini menunjukkan kekonyolan dan fanatisme yang akan kita saksikan dari Partai Republik di DPR tahun depan.

Mast dikenal sebagai suara yang sangat anti-Palestina di Kongres AS. Para kritikus khawatir pemilihannya sebagai ketua komite ini merupakan bagian dari tren dukungan tanpa syarat terhadap perang Israel, yang juga didukung oleh pemerintahan Presiden Demokrat Joe Biden yang memberikan miliaran dolar kepada Israel tanpa syarat. Pemerintahan mendatang di bawah Presiden Republik Donald Trump juga diprediksi akan didominasi oleh pejabat yang sangat pro-Israel.

Laman: 1 2 3