“Mereka harus hadir untuk membantu pemerintah dalam menangani masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan, karena PMI organisasi kemanusiaan harus hadir disana,” ungkapnya.
Ketua PMI Kabupaten Serang, Fahmi Hakim mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah merealisasikan program pelayanan darah bukan hanya secara fisik atau pun manual tetapi bisa secara digitalisasi. Khusus utamanya adalah baik itu informasi perencanaan maupun pelayanan darah, karena Bupati Serang sudah menempatkan puskesmas-puskesmas rawat inap yang juga kadang membutuhkan darah.
“Sehingga kami perlu mengakses terhadap pelayanan darah bukan hanya untuk rumah sakit saja, tetapi kepada puskesmas-puskesmas. Alhamdulillah kita pertahun sudah mencapai 18 ribu, perbulan hampir 2 ribu kantong darah,” ujarnya.
Ketua DPRD Provinsi Banten ini mencontohkan, belum lama ini pelayanan di Puskesmas Petir ada rawat inap, yang mana mereka pukul 03.00 WIB dini hari memerlukan darah. Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan akselerasi itu sehingga secara digital itu lebih tercapai.
“Bahkan sekarang yang sulit itu golongan darah A, dan kami di UDD sekarang sudah bisa melayani sendiri. Jadi di UDD selain donor darah ini kepada organisasi maupun masyarakat jika datang ke UDD PMI sudah bisa di ambil darah langsung, sudah di siapkan,” tegasnya.
Turut hadir PelaksanaTugas (Plt) Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD dan juga Asda I Setda Kabupaten Serang, Haryadi, Ketua
Komisi II dan juga Pengurus PMI Kabupaten Serang, Abdul Basit dan Pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Serang.

