News
Beranda » News » Cara Cerdas Bangun Dana Darurat Meski Gaji Pas-pasan

Cara Cerdas Bangun Dana Darurat Meski Gaji Pas-pasan

A man counts Indonesian rupiah banknotes at a currency exchange office in Jakarta, Indonesia, on Thursday, Oct. 5, 2023. The dollar’s relentless rally has finally toppled the last Asian currency standing, with the Indonesian rupiah joining regional peers in erasing this year’s gains against the greenback. Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg

GELUMPAI.ID – Hidup penuh kejutan, baik yang menyenangkan maupun yang bikin stres, dan salah satu cara terbaik untuk menghadapi ketidakpastian adalah dengan punya dana darurat. Tapi, sering kali kita merasa, “Gaji segitu, mana bisa nabung?” Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, dana darurat bisa dibangun meski penghasilan terbatas.

Dana darurat bukan cuma sekadar tabungan. Ini adalah simpanan yang siap digunakan saat keadaan mendesak—misalnya kalau tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau harus bayar biaya medis yang nggak terduga. Jadi, punya dana darurat itu penting banget buat menjaga kestabilan finansial kita.

Kenapa Dana Darurat Itu Penting?
Punya dana darurat itu seperti punya pelampung saat kita terjatuh di laut finansial. Tanpa dana darurat, kita bisa terpaksa pinjam uang atau bahkan berutang. Dana darurat juga menjaga kita dari godaan untuk mengutak-atik anggaran bulanan saat ada kebutuhan mendesak. Dan yang paling penting, ini adalah langkah pertama dalam literasi keuangan yang sehat.

Cara Bangun Dana Darurat Tanpa Stress

  1. Mulai Dari Yang Kecil
    Nggak perlu langsung targetkan dana darurat dalam jumlah besar. Mulai dari yang bisa dicapai, misalnya Rp500.000 atau Rp1.000.000. Setelah tercapai, naikkan sedikit demi sedikit.
  2. Prioritaskan Pengeluaran
    Coba cek lagi pengeluaran kamu. Ada nggak yang bisa dikurangi? Misalnya, kurangi makan di luar atau langganan aplikasi hiburan. Dana yang seharusnya untuk itu, bisa dialihkan ke tabungan darurat.
  3. Gunakan Sistem Amplop
    Biar nggak tergoda, coba pisahkan uang yang khusus untuk dana darurat. Bisa pakai sistem amplop, atau lebih praktis, buka rekening terpisah yang nggak mudah diakses.
  4. Cari Pendapatan Tambahan
    Kalau memungkinkan, coba cari side hustle. Entah itu freelance, jualan online, atau bisnis kecil-kecilan. Pendapatan tambahan ini bisa jadi penambah dana darurat kamu.
  5. Auto-Debit: Menabung Tanpa Ribet
    Aktivasi auto-debit di bank untuk transfer otomatis ke rekening dana darurat. Jadi, kamu nggak perlu repot lagi, uang langsung masuk tiap bulan tanpa perlu dipikirkan.
  6. Rekening Khusus Dana Darurat
    Buka rekening khusus untuk dana darurat. Dengan begitu, dana ini nggak tergoda untuk dipakai buat hal lain, dan lebih aman dari godaan belanja.
  7. Review Secara Berkala
    Periksa lagi kebutuhan dan kondisi keuangan kamu. Apakah dana darurat yang kamu punya cukup? Jangan ragu untuk menambah jika perlu.

Membangun dana darurat itu bukan cuma soal menabung, tapi soal menyiapkan diri untuk hal-hal tak terduga. Dengan sedikit perencanaan dan kebiasaan menabung secara konsisten, kamu bisa punya jaring pengaman finansial, meski gaji yang masuk nggak besar. Jangan tunda lagi, mulailah hari ini juga!